Guntur Wahono Gali Belasan Sumur Bor Bantu Warga Blitar Selatan Hadapi Kekeringan
SR, Surabaya – Kondisi geografis wilayah Blitar Selatan dan Tulungagung Selatan kerap dilanda kekeringan ekstrem saat musim kemarau. Adalah Guntur Wahono, anggota DPRD Jawa Timur berinisiatif mengalokasikan dana aspirasinya untuk membangunan sumur-sumur bor di titik-titik krusial. Upaya ini guna memastikan masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan tangki air yang bersifat sementara, melainkan memiliki sumber air mandiri yang berkelanjutan.
“Kami sering melakukan turba (turun ke bawah) untuk melihat langsung situasi masyarakat, terutama yang terdampak musibah kekeringan. Tanpa harus menunggu permintaan formal, jika kami mendengar ada wilayah yang kesulitan air, kami hadir untuk mencarikan solusi melalui pembangunan sumur bor ini,” kata Guntur Wahono saat ditemui superradio.id, akhir pekan.
Baginya, menjadi wakil rakyat bukan sekadar duduk di kursi legislatif, melainkan menjadi jembatan bagi aspirasi yang sering kali tidak terdengar di tingkat provinsi. Guntur menekankan bahwa setiap masukan dan keluhan yang ia terima selama perjalanan turun ke lapangan merupakan mandat yang harus diperjuangkan. Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran memang ada, namun prioritas tetap diberikan pada kebutuhan mendesak seperti air bersih.
Politisi PDI Perjuangan ini juga dikenal dengan gaya komunikasinya yang terbuka. Ia menegaskan bahwa pintu rumah maupun saluran komunikasinya melalui telepon dan WhatsApp selalu terbuka 24 jam bagi warga yang membutuhkan bantuan. Baginya, intensitas komunikasi dan koordinasi dengan konstituen adalah kunci utama agar program pembangunan yang diusulkan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya.
100 Mobil Siaga
Tak hanya persoalan air, legislator yang terpilih dari daerah pemilihan 7 Jawa Timur (Tulungagung dan Blitar) itu juga menyoroti akses kesehatan di wilayah pelosok. Dalam catatan Guntur Wahono, pihaknya telah mendistribusikan lebih dari 100 unit mobil Siaga telah didistribusikan ke berbagai desa di wilayah Blitar dan Tulungagung.
“Armada ini disiapkan khusus untuk memfasilitasi kebutuhan medis warga, seperti transportasi menuju rumah sakit, yang selama ini terkendala oleh jarak dan minimnya angkutan umum di daerah pegunungan,” kata Guntur Wahono.
Guntur menjelaskan bahwa Mobil Siaga ini merupakan respons atas keluhan warga yang sering kali kesulitan mendapatkan pertolongan cepat saat kondisi darurat. Sebagai anggota Komisi C DPRD Jatim yang membidangi keuangan dan aset, ia memahami betul pentingnya efektivitas pengalokasian anggaran untuk program yang bersentuhan langsung dengan keselamatan jiwa rakyat. “Alhamdulillah, unit-unit tersebut sudah tersebar luas dan dimanfaatkan maksimal oleh desa untuk membantu warga yang sakit,” tambahnya.
Dengan adanya sumur bor dan Mobil Siaga, diharapkan kemandirian desa dalam menghadapi bencana kekeringan dan keadaan darurat kesehatan kini jauh lebih kuat. Guntur berkomitmen untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat Jawa Timur Selatan agar pemerataan pembangunan dan kesejahteraan tidak lagi menjadi sekadar impian bagi warga di daerah terpencil.(js/red)
Tags: blitar selatan, Guntur Wahono, kekeringan, Reses, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





