Megawati Harap Generasi Muda Gemar Baca Buku

Yovie Wicaksono - 25 November 2020
Megawati Soekarnoputri dalam webinar pembukaan pameran daring Buku Bung Karno, di Jakarta, Selasa (24/11/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengharapkan agar kaum milenial menyerap kegemaran Proklamator RI Soekarno dalam membaca buku.  

“Pemuda bangsa harus belajar dari pikiran dan tindakan Bung Karno dalam membaca buku,” kata Megawati dalam webinar pembukaan pameran daring Buku Bung Karno, di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Proklamator RI itu dinilai sebagai sosok yang haus dengan pengetahuan dan buku. Kegemaran itu pula yang membuat Bung Karno sebagai orang yang cerdas dan revolusioner. Bahkan, kata dia, Bung Karno berhasil menyumbang kekuatan bagi negara-negara terjajah untuk merdeka melalui Konferensi Asia-Afrika.  

Menurutnya, ia sering kali melihat ayahnya membaca dari berbagai kesempatan. Megawati menyatakan, bahkan buku koleksi Bung Karno mencapai puluhan ribu, dari dalam negeri maupun luar negeri.  

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menambahkan, melalui pameran daring Buku Bung Karno, pihaknya mengharapkan Bung Karno hadir sebagai sosok pemimpin negarawan sekaligus pembelajar yang baik, menginspirasi bagi anak-anak muda Indonesia demi kemajuan Indonesia Raya. 

Memahami buku-buku yang dibaca Bung Karno, menurutnya, diharapkan Bangsa Indonesia bisa memahami bagaimana Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri.

“Pameran Buku Bung Karno menunjukkan bagaimana Bung Karno hadir sebagai sosok pemimpin negarawan dan sekaligus pembelajar yang baik. Keseluruhan yang dipelajari, dikonstruksikan dalam imajinasi tentang Indonesia,” kata Hasto.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan Proklamator RI Soekarno adalah ‘penyambung lidah’ bangsa Indonesia terbaik yang pernah ada. Bung Karno (BK), lanjutnya, menjadi sumber inspirasi terbaik karena kecerdasan dan pengetahuan mendalam dari puluhan ribu buku yang dibacanya.

Tak jarang nasib suatu bangsa ditentukan oleh pemikiran merdeka yang diperoleh melalui buku. Bukti inspiratif tersebut adalah Bung Karno yang membuktikan bahwa pemikirannya merdeka, bahkan saat Indonesia masih dijajah dan sang proklamator RI itu masih dalam tahanan. 

Nadiem mengatakan Bung Karno tetap membaca buku ketika sedang ditahan oleh Belanda. Bung Karno sebenarnya sedang membuktikan, bahwa di dalam penjara sekalipun, beliau tetap seorang manusia Indonesia merdeka. 

“Saya harap ini bisa menginspirasi anak muda untuk membaca dan mengerti apa arti merdeka. Sejak muda, Bung Karno sudah mengenal pemikiran dunia dan pemikiran bangsanya sendiri dari buku yang dibaca. Akhirnya ini menghasilkan kecerdasan beliau yang membuatnya menjadi ‘penyambung lidah’ bangsa terbaik yang pernah dipunyai bangsa ini,” kata Nadiem.

Menurutnya, buku adalah sumber pengetahuan mencerdaskan. Diingatkannya, ada hubungan tingkat kemajuan dan kecerdasan sebuah bangsa dengan minat baca masyarakatnya. Semakin tinggi, maka akan semakin bagus. 

“Masyarakat membaca adalah masyarakat yang selalu ingin belajar, dimana buku punya kedudukan penting bagi mereka,” kata Nadiem.

Sejarawan Bonnie Triyana mengatakan, buku-buku Bung Karno memiliki makna penting. Karena lewat ide-ide yang dipelajari dan diserap Bung Karno dari buku-buku itulah kini Indonesia bisa merdeka.

“Bung Karno menggunakan ide ini sebagai cara menggerakkan kesadaran bangsa menghadapi kolonialisme Belanda,” kata Bonnie.

Yang lebih menarik, kata Bonnie, ternyata masing-masing buku yang dipamerkan ini memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Ada buku yang diberikan seorang kawan bung Karno dari Bandung, dimana saat itu dirinya masih di dalam penjara.

“Ada berbagai buku yang dikirim saat Bung Karno masih dipenjara. Kita cek dalam surat Bung Karno ke sahabatnya, beliau selalu minta dikirim buku di penjara. Dan hasilnya adalah kolaborasi ide yang ditulis di dalam buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’ dan ratusan pidatonya,” urai Bonnie. 

“Jadi pameran ini adalah cara kita mendalami berbagai pemikiran Bung Karno. Dari sosialisme sampai soal Islam. Tentu saja kita harap generasi muda bisa mengetahui bagaimana pentingnya membaca buku,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.