Maulid Nabi , PKK Surabaya Lestarikan Tradisi Brayakan

Rudy Hartono - 4 September 2026
Suasana tradisi brayakan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar TP PKK Kota Surabaya di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026). Sebanyak 1.400 anggota PKK berebut 2.233 paket perlengkapan rumah tangga yang digantung sebagai simbol semangat berbagi dan gotong royong (sumber: rri)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri Gebyar Hari Besar Islam bertajuk “PKK Bersholawat, Meraih Cinta dan Syafaat Nabi Muhammad” di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.400 anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Dalam arahannya, Eri menegaskan bahwa makna Maulid sesungguhnya bukan sekadar melantunkan sholawat, melainkan mengimplementasikan akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan dihidupkannya kembali tradisi brayakan, sebuah kearifan lokal yang melambangkan semangat berbagi. Sebanyak 2.233 paket barang yang terdiri dari perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, hingga sabun dibagikan kepada para peserta yang hadir.

Eri menilai tradisi ini bukan hanya formalitas pembagian barang semata, melainkan sarana untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian antarwarga di Kota Pahlawan.

Wali Kota Eri mengingatkan pentingnya meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW seperti kejujuran, kepedulian, dan toleransi. Ia menegaskan bahwa cinta kepada Rasulullah harus dibuktikan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi PKK Bersholawat rayakan maulid nabi, di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

“Kalau kita ingin mendapatkan cinta Rasulullah, tidak cukup hanya banyak bersholawat. Kita juga harus berusaha meneladani akhlak beliau, menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tegas Eri dalam sambutannya.

Sebagai organisasi yang dekat dengan akar rumput, kader PKK didorong untuk menjadi ujung tombak pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan. Eri berharap para kader aktif memantau kondisi warga di lingkungannya dan memastikan program intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran. Hal ini juga berkaitan erat dengan penguatan Kampung Pancasila, di mana setiap warga diharapkan saling membantu agar tidak ada tetangga yang mengalami kesulitan tanpa perhatian.

Eri menekankan bahwa kekuatan pembangunan Surabaya tidak terletak pada kerja pemerintah semata, melainkan pada sinergi dan kepedulian warganya. Baginya, keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci utama kemajuan kota.

“Surabaya tidak mungkin menjadi kuat kalau hanya dibangun oleh pemerintah. Surabaya menjadi kuat karena masyarakatnya saling membantu, saling menjaga, dan saling peduli,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut .

Selain itu, masyarakat diajak untuk meningkatkan budaya infak dan sedekah secara ikhlas guna mendukung program pengentasan kemiskinan secara terintegrasi. Eri juga mengaitkan semangat Maulid dengan kedisiplinan dalam pelayanan publik, seperti pembayaran parkir digital, yang hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan warga dalam bentuk pendidikan dan kesehatan gratis. Ia meminta warga tidak diam jika menemukan hal yang tidak benar di lingkungannya sebagai bentuk keberanian memperbaiki keadaan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyatakan bahwa gerakan PKK kini tidak hanya fokus pada pemberdayaan keluarga, tetapi juga penguatan nilai spiritual dan sosial. Ia berharap semangat berbagi ini terus dijaga demi keberkahan seluruh warga kota.

“PKK adalah mitra pemerintah. Apa yang menjadi program pemerintah kami dukung dan kami teruskan sampai ke masyarakat. Semua ini tentu tidak bisa berjalan tanpa dukungan seluruh pengurus PKK,” pungkas Rini. (js/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.