Pemkot Surabaya Siapkan Lahan Pemakaman Baru 50 Hektare di Pakal

Rudy Hartono - 20 October 2026
Salah satu warga tengah meninjau malam keluarga mereka di TPU Keputih, Surabaya. Saat ini ketercukupan lahan makam untuk pemakaman umum di kota ini makin menipis. Namun ada solusi pembukaan lahan makam baru 50 Hektare.

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan lahan seluas 50 hektare di kawasan Sumberejo, Surabaya Barat, untuk mengantisipasi ancaman krisis lahan pemakaman seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Lahan cadangan tersebut disiapkan Pemkot Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya untuk memenuhi kebutuhan pemakaman warga.

Nantinya, area itu tidak hanya diperuntukkan bagi warga Surabaya Barat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari wilayah lain di Kota Pahlawan, seperti halnya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk, meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan lahan pemakaman. Meski demikian, ia mengakui bahwa lahan makam di Surabaya semakin terbatas.

“Tenang. Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan lahan seluas 50 hektare di kawasan Sumberejo, di dekat Kali Lamong. Ini untuk menampung kebutuhan pemakaman warga Surabaya Barat dan semuanya,” kata Kaji Ipuk, Senin (19/10/2026).

Ia memahami kekhawatiran warga terkait keterbatasan lahan makam. Saat kegiatan reses sebelumnya, Kaji Ipuk juga menerima keluhan dan aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan lahan pemakaman di Surabaya Barat.

Pimpinan DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menyebut sejumlah faktor yang menyebabkan ketersediaan lahan pemakaman terus berkurang.

Selain jumlah penduduk Surabaya yang telah menembus lebih dari 3 juta jiwa, angka kematian harian juga terus bertambah. Sementara itu, luas wilayah kota tetap terbatas.

Faktor lainnya adalah pengembang perumahan yang disebut mengabaikan kewajiban penyediaan lahan pemakaman sebagai bagian dari pembangunan kawasan perumahan. Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan lahan makam.

Di sisi lain, sebagian warga cenderung memilih dimakamkan di TPU besar milik Pemkot Surabaya. Akibatnya, kapasitas pemakaman di sejumlah lokasi tersebut semakin menipis. “Namun, DPRD dan Pemkot tidak tinggal diam,” kata Ipuk.

Menurut dia, keterbatasan lahan perkotaan membuat tidak semua ruang dapat dialihfungsikan menjadi area pemakaman.

Karena itu, pemetaan kebutuhan dan ketersediaan lahan perlu dilakukan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai ancaman krisis lahan makam.

“Kemarin jumlah penduduk 2,7 juta, hari ini sudah 3 juta lebih, karena Surabaya didatangi orang terus. Kan tidak mungkin lahan kita digunakan menjadi lahan makam semuanya,” ujar Ipuk. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.