Masyarakat Mojoroto Kediri Buat Masker secara Swadaya Guna Cegah Covid-19

Yovie Wicaksono - 4 April 2020
Pembuatan masker secara swadaya oleh belasan ibu rumah tangga di Dermo RT 9 RW 1 Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang tergabung dalam Gerakan Cegah Covid-19. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menanggapi mahalnya harga masker dan semakin langka di pasaran, belasan ibu rumah tangga di Dermo RT 9 RW 1 Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang tergabung dalam Gerakan Cegah Covid-19, membuat masker secara swadaya yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Kegiatan pembuatan masker ini sudah berjalan selama empat hari dengan menggunakan lima mesin jahit manual yang diperoleh dari bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) oleh Pemerintah Daerah dengan maksud agar warga sekitar mendapatkan kemampuan atau  keterampilan menjahit.

“Kita belajar menjahit sekalian sambil membuat masker, peralatan ini kan bantuan dari Prodamas, kita manfaatkan,” kata warga setempat, Indah (45).

Meski tidak dibayar, Indah mengaku, dirinya bersama warga lain rela menyisihkan waktu untuk kegiatan ini demi membantu sesama.

Disela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus dan mempersiapkan segala kebutuhan keluarga, ia harus bisa membagi waktu. Jika pekerjaan rumah sudah selesai  dilakukan, ia berangkat bersama tetangganya yang lain untuk membuat masker.

“Kalau pekerjaan rumah tangga sudah selesai, saya langsung ke sini paginya. Menginjak sore, saya tinggal sebentar balik ke rumah untuk mempersiapkan kebutuhan suami dan anak. Setelah selesai, saya kesana lagi buat masker, paling jam 21.00-22.00 WIB sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator Gerakan Cegah Covid-19, Awang Praditiya menjelaskan bahwa bahan kain yang digunakan untuk membuat masker diperolehnya dari donasi para dermawan maupun pihak perangkat RT yang juga berkontribusi mendukung gerakan swadaya ini.

Ia berharap dengan adanya bantuan masker yang telah diberikan nantinya dapat mencegah penyebaran virus corona.

“Kalau memang pencegahan ini kita lakukan bersama-sama, saya yakin bisa meminimalisir penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dikarenakan masih dalam proses belajar, belasan ibu rumah tangga ini dalam sehari baru bisa memproduksi 30 hingga 50 masker.

Selain berkontribusi dalam pemberian masker gratis, Gerakan Cegah Covid-19 juga membantu penyaluran beras yang diperuntukan bagi warga kurang mampu atau lingkungan sekitar terdampak Covid-19. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.