Malam Pengamatan Bulan Internasional di Taman Suroboyo

Yovie Wicaksono - 6 October 2019
Ketua SAC, Saiful Arifin sedang mengamati bulan melalui teleskop. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Surabaya Astronomi Club (SAC) bersama Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) memperingati Malam Pengamatan Bulan Internasional (International Observe the Moon Night/InOMN) 2019 di Taman Suroboyo, Surabaya, Sabtu (5/10/2019).

Ketua SAC, Saiful Arifin mengatakan, dengan empat teleskop yang disediakan dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengamati bagaimana bentuk bulan dan belajar memotret keindahan langit dengan menggunakan handphone (mobile astrophotography).

“Kegiatan ini digelar untuk memperingati Malam Pengamatan Bulan Internasional dengan memperkenalkan masyarakat umum tentang bulan, seperti apa bentuk bulan. Mengingat langit juga dalam kondisi yang sangat cerah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Saiful ini.

Dosen sekaligus Pembina Laboratorium Astronomi UM Surabaya, Gandhung Fajar Panjalu mengatakan, melalui kegiatan ini, mahasiswa yang turut hadir beserta masyarakat, dapat belajar seputar astronomi. Terlebih, bulan adalah patokan dalam penetapan kalender hijriyah dan mempengaruhi pasang-surut air laut.

“Bulan sebagai satu-satunya satelit alami Planet Bumi selain menjadi patokan penetapan kaleder hijriyah, juga memiliki pengaruh terhadap pasang-surut air laut. Dengan bantuan teleskop, kita dapat mengamati bentuk bulan secara jelas hingga terlihat kawah yang menutupi permukaanya,” ujarnya.

Mahasiswi UM Surabaya, Indah Safitri mengaku mendapat banyak manfaat mengikuti kegiatan ini. Selain menjadi lebih tau bentuk bulan, juga dapat menjalin komunikasi antar komunitas pecinta langit.

Salah satu pengunjung Taman Suroboyo, Sanur Qoiriyah mengatakan, turut senang dengan adanya kegiatan tersebut. Terlebih dirinya datang bersama dengan kedua anaknya, sehingga dapat mengisi akhir pekannya dengan wisata sekaligus edukasi.

“Senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Sebagai orang tua saya senang, melihat anak saya antusias dan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru disini,” ujar perempuan asal Kalijudan, Surabaya ini.

Sekedar informasi, InOMN diinisiasi oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada tahun 2010 yang kemudian setiap tahun dilaksanakan oleh beberapa astronom professional dan amatir di seluruh dunia. Pada tahun ini, NASA menetapkan pelaksanaan InOMN pada 5 Oktober 2019. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.