Makan Obat Cacing Bagian Kampanye Antiperundungan SDN Percobaan 1
SR, Malang – Kampanye anti perindungan atau bullying di lingkungan sekolah terus digaungkan. Salah satunya melalui implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka yang dilaksanakan di SDN Percobaan 1 Malang. Pada semester 2 ini, pihak sekolah memilih tema antiperundungan melalui berbagai kegiatan.
Koordinator kegiatan P5 SDN Percobaan 1 Malang, Feni Maulina SPd mengatakan, puncak kegiatan P5 ini digelar sejak Senin (13/5/2024) lalu, dimana pihak sekolah mendatangkan psikolog untuk memberikan materi anti perundungan pada siswa kelas 1, 2, 4, dan 5 yang menerapkan kurikulum merdeka, totalnya ada 250 siswa.
“Rangkaian kegiatan dilaksanakan hingga beberapa hari ke depan. Puncaknya nanti pada tanggal 12 Juni ada gelar karya siswa,” kata Feni, Kamis (16/5/2024).
Pada hari ini, sebelum mendapatkan materi dari para guru, siswa juga diajak senam bersama dan makan obat cacing secara serentak. Ini sebagai salah satu implementasi agar siswa hidup sehat.
“Kalau badan sehat tentunya akan meminimalisir diri siswa menjadi korban perundungan. Karena dalam modul P5 ini ada poin yang mengajak siswa hidup sehat,” ungkapnya.
Siswa pun tampak antusias mengikuti materi anti perundungan yang disampaikan guru. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan tanya jawab dan senam bersama yang digelar di aula untuk siswa kelas 1-2 dan di musholla sekolah untuk siswa kelas 4-5z
“Jadi guru menampilkan berbagai informasi dan media, berdiskusi, lalu diakhiri dengan pembuatan mading untuk gelar karya. Rencananya siswa juga akan membagikan stiker untuk kampanye anti perundungan di sekitar sekolah,” tutur Feni.
Ia menambahkan, pada semester ini SDN Percobaan 1 Malang memang sengaja memilih tema P5 tentang anti perundungan. Tujuannya, untuk mengajak masyarakat agar sadar pentingnya mencegah perundungan, serta siswa berani melawan ketika ada yang dirundung atau mengalami perundungan.
“Untuk siswa jenjang SD ini jenis perundungannya biasanya yang paling sering verbal atau menghina. Dengan kegiatan ini, siswa antar kelas berkolaborasi menjalin komunikasi sehingga tidak ada lagi perundungan di sekolah,” tegasnya.
Salah seorang siswa, SR Rahagi mengaku mendapatkan ilmu tentang perundungan dan upaya pencegahannya. Sehingga ia jadi lebih paham tentang bullying ini.
“Kita dapat meteri mencegah perundunga, menjalin kerukunan, saling memahami dan menghargai perbedaan, serta memperbanyak doa,” kata siswa kelas 5 ini.
Agi, sapaan akrabnya mengakui bahwa ia masih menemukan perundungan di sekolah. Ada siswa yang kerap diejek secara verbal oleh teman-teman lainnya.
“Pernah ada satu teman diejek teman lain, setelah dapat materi saya siap mencegah perundungan ini, tetapi kalau ada yang merundung secara fisik ya lapor ke guru atau orang tua,” tandasnya. (*/rri/red)
Tags: kampanye antiperundungan, Kurikulum Merdeka, obat cacing, SDN Percobaan 1 Malang
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





