Mahfud Tegaskan Pemerintah Tak Berencana Beri Remisi bagi Koruptor

Yovie Wicaksono - 6 April 2020
Menko Polhukam Mahfud MD ketika melakukan video conference di Jakarta, Jumat (27/3/2020). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa tidak memiliki rencana mengubah atau merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Sehingga tidak ada rencana memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana korupsi, teroris dan bandar narkoba.

“Sampai sekarang pemerintah tidak merencanakan mengubah atau merevisi PP 99 Tahun 2012, sehingga tidak ada rencana memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana korupsi, juga tidak ada terhadap narapidana teroris dan bandar narkoba,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD di Jakarta,  Minggu (5/4/2020).

Mahfud mengatakan, pekan lalu memang ada keputusan memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana dalam tindak pidana umum untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly mewacanakan untuk merevisi PP Nomor 99/2012, seiring dengan kebijakan pembebasan tahanan di tengah wabah corona. Mengenai hal tersebut, Mahfud menduga apa yang disampaikan Menkumham mendapat usulan atau aspirasi sebagian masyarakat dan menyampaikannya.

Ia menegaskan, pemerintah sendiri sampai saat ini tetap berpegang pada perintah Presiden RI tahun 2015. Dimana Presiden sudah menyatakan tidak akan mengubah dan tidak punya pikiran untuk merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012.

“Jadi tidak ada sampai hari ini rencana memberi pembebasan bersyarat kepada narapidana koruptor, napi terorisme dan napi bandar narkoba,” katanya.

Alasannya, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, pertama adalah PP tersebut khusus sudah ada bahwa itu berbeda dengan napi yang lain. Kedua, sel yang ditempati narapidana korupsi tidak terlalu padat sehingga sudah bisa melakukan physical distancing.

“Kalau tindak pidana korupsi itu sebenarnya tidak uyuh-uyuhan juga, tempatnya mereka sudah luas, sudah bisa melakukan physical distancing, malah diisolasi di sana lebih bagus daripada diisolasi di rumah,” kata Mahfud. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.