Agustin Poliana : di Tengah Pandemi, Panti Asuhan Juga Perlu Perhatian Berbagai Pihak

Yovie Wicaksono - 27 July 2021
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Agustin Poliana saat memberikan bantuan kepada panti asuhan di Surabaya. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur (Jatim) Agustin Poliana mengatakan, pada kondisi sekarang, panti asuhan juga memerlukan perhatian dari berbagai pihak, mengingat lembaga tersebut mengandalkan donatur untuk kebutuhannya. Sementara di masa pademi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM), para donatur juga tidak bisa memberikan donasi secara rutin.

Hal itulah yang kemudian menggerakkan dirinya untuk memberikan bantuan berupa uang 1 juta dan puluhan pangsit mie ayam ke sekira 10 panti asuhan yang tersebar di Surabaya sejak 3 – 24 Juli 2021.

“Ke panti asuhan itu inisiatif saja. Karena memang begini, banyak anak-anak yatim piatu yang di sana itu kan kadang-kadang tidak tersentuh ya. Hanya mengandalkan donatur-donatur, dimana donatur itu kan juga kondisi seperti ini tidak bisa rutin. Makanya kenapa saya di dalam PPKM kemarin itu tidak ada pada para pasien Covid-19 atau mereka yang OTG, karena memang sudah banyak yang memberi bantuan, jadi saya larinya ke teman-teman panti asuhan yang kondisinya ternyata juga sangat memprihatinkan,” ujarnya, Senin (27/7/2021).

Selama kegiatan tersebut, dirinya menyadari banyak anak-anak panti asuhan yang kesulitan selama pandemi Covid-19 ini.  Mulai dari kebutuhan, tempat tidur, hingga pendidikan yang mengharuskan daring sedangkan fasilitas di panti asuhan kurang memadai. Untuk itu kedepannya, ia akan berusaha melakukan pendekatan agar dapat membantu sebisa mungkin.

“Disitu ternyata anak-anak di panti asuhan kesulitannya banyak sekali. Sekolah yang diliburkan dia pakai zoom, ini kan tidak semua panti asuhan punya hp per anak. Kedua, mereka juga tidak bisa kemana-mana, ada yang tempat tidurnya itu tidak layak, ada yang banjir. Permasalahan berikutnya, itu mereka tidak bisa diterima sekolah negeri. Karena memang dia KK nya kan tidak ada, ada yang dari luar Surabaya, akhirnya dia gak bisa ikut zonasi, dan ditampung ke sekolah-sekolah terdekat, atau sekolah islam, ini kan sayang,” ujarnya.

“Diluar saya melakukan pendekatan kepada mereka, kalau memungkinkan ada anggaran-anggaran CSR yang mungkin bisa membantu mereka kita akan arahkan kesana,” lanjutnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban panti asuhan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.