Setelah 13 Jam Tim SAR Evakuasi 2 Jenazah Pendaki Gunung Piramid
SR, Bondowoso – Jenazah Maliya Finda (51) dan pemandunya Irfan Nasrul Laili (35) akhirnya berhasil dievakuasi dari Gunung Piramid Bondowoso. Proses evakuasi memakan waktu hingga 13 jam.
Usai dievakuasi, jenazah kedua survivor tersebut selanjutnya dibawa ke posko setempat dan segera dibawa ke RS Bhayangkara.
“Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang melelahkan, jenazah akhirnya dapat dievakuasi ke bawah,” kata Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo yang turun langsung bersama tim sejak awal operasi, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, setiba di rumah sakit, kedua jenazah survivor akan dilakukan visum luar dan forensik di rumah sakit. Setelahnya, jenazah akan diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.
“Jika proses visum bisa segera selesai, jenazah akan langsung diserahkan ke pihak keluarga,” katanya. Maliya Finda (51), warga Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (35), warga Desa Traktakan Kecamatan Wonosari Bondowoso.
Diberitakan sebelumnya pendaki asal Surabaya, Maliya Finda dan pemandunya Irfan Nasrul Laili ditemukan meninggal jatuh ke jurang di kedalaman sekitar 60-70 meter dari atas jalur di Gunung Piramid Bondowoso. Kuat dugaan, keduanya meninggal setelah terjatuh.
“Dugaan kami keduanya jatuh secara berbarengan. Mungkin saat keduanya saling berpegangan, lalu jatuh bareng,” jelas Ketua tim SAR dari Basarnas, Jefri, Selasa (4/8/2026).
Hal itu terlihat dari posisi korban ditemukan pertama. Yakni saling berdekatan satu sama lain. “Mungkin salah satu ada yang mau jatuh, lalu berpegangan. Namun tak kuat, sehingga kemudian jatuh bareng,” katanya. Namun begitu, lanjut Jefri, kepastiannya tetap menunggu hasil visum dari rumah sakit. (*/red)
Tags: Bondowoso, gunung piramid, Pendaki
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





