Madumongso Sajian Khas Lebaran

Yovie Wicaksono - 24 May 2020
Mujilah saat sedang membungkus madumongso. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Setiap momen Lebaran tiba, dari sekian banyak kue yang tersaji di meja hidangan ruang tamu, jajanan tradisional madumongso tak pernah tertinggal.

Jajanan tradisional berwarna hitam yang dibungkus plastik berukuran kecil ini memiliki rasa dan bau khas layaknya tape.

Setelah mencicipinya, cita rasa manis khas gula kelapa, berpadu dengan rasa asam seperti tape,  membuat jajanan ini menjadi salah satu hidangan tradisional favorit dikala lebaran. Bahkan, dari varian hidangan yang disajikan, madumongso selalu habis lebih dulu.

“Nggak afdol rasanya kalau nggak ada hidangan madumongso di meja saat lebaran. Setiap tahun jika ada tamu datang berkunjung selalu tanya madumongso,” ujar Mujilah (60), Minggu (24/5/2020).

Nenek dengan lima cucu ini  menjelaskan, untuk membuat madumongso, diperlukan kesabaran dan ketelatenan, sebab dalam pembuatannya membutuhkan waktu paling lama tiga hari.

“Ini kan harus difermentasi dulu, dari ketan hitam menjadi tape. Sebelum dimasak harus disiapkan bahan lainnya seperti gula kelapa, santan kelapa serta ketan,” kata warga Kelurahan Bandar Lor ini.

Setelah menjadi tape dalam kondisi kering, kemudian dicampur dengan bahan lainnya seperti santan kelapa dan gula merah. Setelah itu dimasak lagi hingga bener-benar matang.

Setelah masak, madumongso yang sudah matang ini kemudian ditempatkan di baskom plastik berukuran sedang lalu dibungkus plastik.

“Satu baskom dibungkus plastik kecil jadi 150 bungkus,” ujarnya.

Untuk membuat jajanan tradisional madumongso, Mujilah mengaku harus merogoh kocek dari kantong pribadinya Rp 60.000 ribu untuk membeli bahan ketan sebanyak 3 kilogram, kelapa 3 biji, serta gula merah kurang lebih satu kilogram

Mujilah mengatakan, jika madumongso buatannya ini merupakan resep keluarga yang diwariskan secara turun temurun.

Ia berharap, kelak resep ini bisa diteruskan oleh dua anak perempuannya yang saat ini mulai belajar membuat madumongso.

Sementara itu, putri dari Mujilah, Tri Sundari mengatakan, jajanan tradisional madumongso ini tidak hanya disukai oleh kalangan warga Kota Kediri saja, melainkan juga pecinta kuliner dari luar daerah.

Ibu dari empat anak ini mengaku, jika setiap tahunnya, ia selalu mengirimkan madumongso ke mertuanya yang tinggal di Surabaya.

“Setiap lebaran, jajanan buatan ibu, madumongso selalu saya kirim ke Surabaya ke mertua. Keluarga sana juga suka sama madumongso,” ujar Sundari. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.