Lewat Wayang Kardus, Polisi di Kediri Ajari Anak Berpuasa dan Tidak Membully

Yovie Wicaksono - 21 March 2024

SR, Kediri – Mengajarkan anak untuk berpuasa bisa dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya menggunakan pendekatan tutur gaya bahasa yang luwes dan menghibur lewat cerita yang dikemas melalui pentas wayang kardus. Ide unik ini dilakukan oleh Kapolsek Pare Kediri, AKP Bowo Wicaksono.

AKP Bowo menjadi dalang di depan anak TK Kemala Bhayangkari 43 Pare dengan menampilkan lakon bawang merah bawang putih yang menyampaikan pesan ajakan kepada anak-anak untuk menjalankan rukun Islam kempat sejak dini.

“Harapan kami memang bisa memberikan bimbingan dan mengajak anak-anak sejak dini untuk menjalankan ibadah puasa,” katanya, Kamis (21/3/2024).

Wayang kardus buatan Bowo berbeda dengan wayang pada umumnya. Dia menciptakan karakter-karakter lain, seperti polisi dan anak. Di sana, ia menyelipkan pesan tentang pentingnya saling mengasihi antar teman dan tidak melakukan bullying atau perundungan.

“Dalam puasa ini kita juga ajarkan untuk mereka selalu berbuat baik, tidak membully temennya, tidak mengejek temennya,” jelas Bowo.

“Kami juga memberikan imbauan untuk tidak bermain petasan karena bisa mengganggu ketertiban dan merugikan diri sendiri,” tegasnya.

Penampilan Bowo yang cukup luwes membuat anak antusias dan terhibur. Bowo dengan program Waton Sae ‘Wayang Karton Sarana Edukasi’ ini juga kerap berkeliling ke lingkungan masyarakat, bukan hanya sekolah.

Wayangnya, ia buat sendiri dengan bahan seadanya. Dia hanya ingin menjadi sahabat anak dan menitipkan pesan-pesan ke mereka dengan cara visual agar lebih bisa diterima.

“Dalam dunia anak memang dibutuhkan pesan melalui visual agar lebih menarik dan mereka bisa terima,” terang Bowo.

“Saya buat sendiri ini wayang dari karton. Saya ada karakter yang umum, karakter polisi juga ada karakter khusus seperti hari ini bawang merah bawang putih. Semuanya saya buat dadakan,” pungkasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.