Klenteng Tertua di Gresik Lestarikan Wayang Kulit dan Wayang Potehi Sekaligus

Rudy Hartono - 16 May 2025
Pertunjukan wayang Potehi di Klenteng Kim Hin Kiong, Jalan Setia Budi, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik yang ditonton anak-anak, Minggu (11/5/2025). (foto: soe/superradio.id)

SR, Gresik – Klenteng Kim Hin Kiong, tempat ibadah Tri Dharma (TITD)  merayakan Hari Ulang Tahun ke 872. Dibangun 1 Agustus 1153, Kim Hin Kiong tercatat sebagai klenteng tertua di Gresik.

Menandai hari jadinya, Klenteng Kim Hin Kiong menggelar dua kesenian lintas budaya sekaligus, yakni wayang kulit dan wayang potehi. Harapannya, perpaduan dua seni budaya tersebut dapat lebih merekatkan hubungan dan keakraban antara umat konghucu yang banyak dianut keturunan Tionghoa dengan masyarakat sekitar.

Pagelaran wayang kulit dilaksanakan di depan Klenteng Kim Hin Kiong, Jalan Setia Budi, Gang IV/28, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sedangkan wayang potehi digelar di pelataran klenteng.

Sinden yang kenes lantunkan tembang sebelum pentas wayang kulit di Klenteng Kim Hin Kiong, Jalan Setia Budi, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik yang ditonton anak-anak, Minggu (11/5/2025). (foto: soe/superradio.id)

Untuk memeriahkan klenteng, dua seni wayang itu digelar nonstop selama hampir sebulan. Wayang potehi digelar menjadi hiburan masyarakat sekitar Klenteng terutama bagi anak-anak, dipertontonkan  dari 21 April 2025 sampai 27 Mei 2025. Sedangkan wayang kulit digelar selama 14 hari, dari tanggal 21 April 2025 sampai 4 Mei 2025. “Waktu pertunjukkan wayang kulit dan potehi dilakukan simultan. Pertunjukan wayang Potehi dimulai pukul 15.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pertunjukkan wayang kulit dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai,” kata Tan Sutanto, Ketua TITD Tan Sutanto saat ditemui Super Radio, Senin (12/5/2025).

Ditambahkan Tan Sutanto, penyelenggaraan wayang kulit dan wayang potehi dalam satu momen telah dilaksanakan Klenteng Kim Hin Kiong setiap tahun, saat peringatan ulang tahun Y.M makco Thian Siang Sing Bo dan berdirinya TITD Kim Hin Kiong Gresik. Tan Sutanto berharap, masyarakat dan generasi muda dapat terhibur. “Pegelaran wayang kulit dan wayang potehi ini dilaksanakan untuk merayakan HUT Klenteng Kim Hin King dan melestarikan budaya Indonesia kepada generasi muda serta hiburan bagi masyarakat,” kata  pria lahir 74 tahun lalu itu.

Dalang Wayang Potehi Sukar Mudjiono (net)

Mencari penerus

TITD Kim Hin Kiong Gresik punya agenda khusus terkait pertunjukkan wayang potehi setiap hari selama hampir sebulan. Yakni mencari penerus pegiat wayang potehi yang dari waktu semakin sedikit.

Gejala ini diamini Dalang Wayang Potehi Sukar Mudjiono yang berpartisipasi dalam acara ultah Klenteng Kim Hin Kiong Gresik.  “Kami pedalang wayang potehi senantiasa mencari generasi penerus untuk melestarikan wayang potehi karena semakin ke sini belum ditemukan dalang potehi muda yang tampil,” ungkap praktisi dalang yang akrab disapa Mudjiono.

Untuk tujuan regenerasi, dalang  dari Klenteng Hong Tiek Hian, Jalan Dukuh-Nyamplungan, Surabaya, secara intens mengamati para penonton yang gemar menonton wayang Potehi. Sebab, Mudjiono bejalar wayang Potehi juga sejak kecil saat masih duduk di bangku sekolah dasar. “Saat pertunjukan wayang Potehi, saya selalu mengamati anak-anak yang suka menonton wayang Potehi. Sebab, dulu saya belajar wayang Potehi dari guru di China karena suka menonton wayang Potehi di Klenteng dekat rumah,” kata Sukar Mudjiono yang memiliki Grup Lima Merpati.

Praktisi dalang wayang Potehi itu mencoba mengungkap potensi penghasilan wayang Potehi yang cukup menjanjikan. Mudjiono tak segan mengatakan selama puluhan tahun Grup Lima Merpati tidak pernah sepi undangan.  “Tanggapan itu selalu ada. Saya selalu muter keliling ke klenteng-klenteng. Saya juga ke Plasa-plasa dan sekolah-sekolah. Libur hanya seminggu. Sekali pentas itu bisa sebulan dua bulan full dan bahkan lebih,” pungkas pedalang wayang potehi beragama Islam itu. (soe/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.