Lesbumi Jatim Gelar Festival Seni Santri 2022

Yovie Wicaksono - 19 March 2022

SR, Sidoarjo – Festival Seni Santri tahun 2022 telah resmi dibuka di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (18/3/2022) malam. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Jawa Timur itu, akan berlangsung hingga 28 Maret 2022, dan diisi dengan beragam kesenian, pameran lukisan, serta pasar UMKM.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Mustain Baladan, Ketua Lesbumi Jatim Nonot Sukrasmono, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Abidin, Forkopimda Sidoarjo, dan Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo.

“Kita mengadakan festival dan pameran lukisan ini adalah dalam rangka Harlah Nu ke-99 dan Harlah Lesbumi ke-60 tahun. Kita tempatkan di Sidoarjo karena disini sarat dengan seni budaya, kota panji,” kata Ketua Lesbumi Jawa timur, Nonot Sukrasmono.

Acara pembukaan diwarnai dengan penampilan kesenian khas Jawa Timur yaitu tari remo, kemudian dilanjutkan dengan paduan suara, lantunan doa, dan pembagian gunungan apem ke masyarakat. Setelah gunungan habis, para petinggi lanjut berjalan ke Dispora dengan iringan penari remo untuk meresmikan pameran lukisan.

“Apem itu maknanya ampun. Jadi artinya permohonan maaf karena ini situasi menjelang bulan Ramadan maka kita ngugemi budaya jawa. Ketinggiannya sekitar 175 sentimeter, menghabiskan 500 biji apem,” ujarnya.

Nonot mengungkapkan, total ada 21 pelukis dari seluruh Jawa Timur dan sekira 12 PCLesbumi Kabupaten/Kota yang terlibat dalam rangkaian Festival Hari Santri 2022.

“Ada 42 lukisan. Pelukis nya dari Surabaya, Gresik, Malang, Batu, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Bangil. Karena situasi masih seperti ini jadi hanya bisa melibatkan sekitar 12 PC Lesbumi NU Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat membawa keberkahan kepada masyarakat dan menjadi salah satu langkah untuk tetap melestarikan budaya asli di Kota Panji.

“Mudah-mudahan membawa berkah bagi semua, khususnya masyarakat Sidoarjo, umumnya masyarakat Jawa Timur. Makanya kita ingin Lesbumi tidak hanya urusan seni tapi juga ngomong tentang budaya, ekonomi, peradaban, dan sebagainya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo yang diwakilkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sidoarjo Mustain Baladan, juga turut menyampaikan apresiasinya.

Menurutnya, selamatan dan ruwah yang dikemas dengan beragam kegiatan ini telah mencakup banyak aspek serta dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan produk lokal komoditi Sidoarjo.

“Ini semua adalah bukti bahwa masyarakat ini masih uri-uri local wisdom yang ada di Sidoarjo. Sehingga Bupati berterima kasih sekali karena Lesbumi masih uri-uri budaya kita dulu dan budaya jawa yang mudah-mudahan tidak hilang sampai kapanpun,” ungkapnya.

Ia pun berharap, gelaran seperti ini dapat rutin dilaksanakan tiap tahunnya agar budaya lokal tetap terjaga dan lestari. 

“Kegiatan ini mampu mengangkat nilai budaya, mengingat masyarakat Sidoarjo yang penuh dengan keanekaragaman dan local wisdom yang sangat bagus, perlu dipertahankan sampai kapanpun,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.