Launching Buku “Marga Oei yang Murtad”, Penghormatan untuk Sang Pejuang Literasi
SR, Surabaya – Tepat 100 hari setelah aktivis Oei Hiem Hwie berpulang pada 3 September 2025 lalu, puluhan aktivis hingga mahasiswa lintas generasi kompak memberikan penghormatan lewat peluncuran buku berjudul “A Tribute to Oei Hiem Hwie – Marga Oei yang Murtad” di Lodjie Besar Surabaya, Rabu (10/12/2025).
Seperti diketahui, Oei Hiem Hwie adalah mantan jurnalis media Terompet Masyarakat pernah merasakan getirnya pengasingan di Pulau Buru era G30S/PKI 1965. Ia dikenal vokal lewat tulisan-tulisannya yang kala itu dianggap mengkritik pemerintah.
Oei Hiem Hwie dengan kiprahnya, mendirikan perpustakaan Medayu Agung yang menyimpan ribuan koleksi buku hingga berbagai manuskrip. Ada banyak koran lawas seperti Suara Rakjat, Ampera, Pewarta Soerabaia, Api Pantjasila, Suluh Indonesia, Kedaulatan Rakyat, Manifesto, Djawa Pos, Surabaja Post, sampai Merdeka.
Ketua Pelaksana Dimas Kuswantoro (24) mengatakan, kegiatan yang diinisiasi Ikatan Kemanusiaan untuk Korban Penghilangan Paksa Indonesia (IKOHI) tersebut bertujuan untuk tribute atas banyaknya jasa mendiang Oei Hiem Hwie. Baginya sosok aktivis tersebut merupakan penjaga sejarah. Terutama pergerakan 1965 yang selama ini tak diungkap pemerintah.
“Aku menganggap beliau adalah orang yang berpengaruh ke literasi Surabaya. perpustakaannnya membantu kawan kawan mencari arsip pergerakan tahun 1965 dan arsip topik tertentu bisa kesana juga,” tuturnya saat ditemui di sela acara.
Dari kegiatan tersebut, Dimas berharap semangat almarhum di dunia literasi tetap terjaga dan menular ke peserta yang hadir. “Untuk mengingat jasa dari almarhum jadi kita buat acara ini, siapa tau ada yang bisa jadi bibit penggerak literasi. Ada kurang lebih 50 orang yang hadir, banyak dari mahasiswa, akademisi, kalangan LSM, Walhi, dari AJI Surabaya,” ucapnya.
Menyambung hal tersebut, Koordinator Penulis Buku A Tribute to Oei Hiem Hwie, Heru Krisdianto, turut menjelaskan makna buku yang mereka kerjakan.
Menurutnya, buku itu adalah penghormatan atas perjuangan Oei Hiem Hwie dalam merawat dan menjaga literasi. Khususnya dedikasi Oei Hiem Hwie dalam merawat literasi-literasi sejarah, budaya, dan perkembangan sosial politik di Indonesia.
Total 30 penulis dengan latar belakang berbeda menjadi penyumbang tulisan dalam buku tersebut. Mereka menulis dengan sudut pandang masing-masing sesuai pengalamannya tentang Oei Hiem Hwie.
“Jadi buku ini bertujuan mengenalkan lebih dalam tentang sosok Oei Hiem Hwie dari kacamata banyak orang dengan latar belakang berbeda. Terutama semangat terus berkarya Hwie meski pernah mendapat stigma buruk sebagai mantan tapol G30S,” kata Heru.
Selain sebagai penghormatan atas perjuangan almarhum, lanjut Heru, buku setebal 175 halaman tersebut juga diharapkan mampu melawan narasi dan upaya-upaya pembelokan sejarah yang rawan terjadi.
“Dalam konteks kekinian, literasi-literasi yang dijaga dan dirawat oleh Oei Hiem Hwie sangat penting untuk melawan upaya-upaya pembelokan sejarah,” lanjutnya.
Terlebih, buku diterbitkan oleh Ikatan Kemanusiaan untuk Korban Penghilangan Paksa Indonesia (IKOHI). Sebuah lembaga yang berkomitmen dalam pendampingan korban-korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). “Total ada 175 halaman, harga Rp80ribu bisa pemesanan menghubungi saya,” ucapnya.
“Pertimbangannya, Oei Hiem Hwie adalah salah satu korban pelanggaran HAM Rezim Orde Baru Soeharto. Sementara IKOHI terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi korban pelanggaran HAM di Indonesia,” pungkasnya.
Sekadar informasi, gelaran launching buku A Tribute to Oei Hiem Hwie – Marga Oei yang Murtad turut dimeriahkan dengan beberapa agenda, yakni, diskusi bersama Peneliti sejarah, Arief W Djati, aktivis HAM, Nursyahbani Katjasungkana, dan dosen sejarah Unesa, Rojil Nugroho Bayu Aji. Tak ketinggalan penampilan seni yang salah satunya diisi oleh kelompok musik Suar Marabahaya. (hk/red)
Tags: buku, launching, marga oei yang murtad, oei hiem hwie, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





