Langkah Awal PDI Perjuangan Jatim Hidupkan Kembali Kebudayaan Tradisional

Yovie Wicaksono - 25 January 2020
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) mengundang puluhan Pemangku Kepentingan Bidang Kebudayaan se-Jatim, Jumat (24/1/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sebagai langkah awal dari bentuk komitmen menghidupkan kembali kebudayaan tradisional, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) mengundang puluhan Pemangku Kepentingan Bidang Kebudayaan se-Jatim, Jumat (24/1/2020).

Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Komunitas Seni Budaya DPD PDI Perjuangan Jatim Ony Setiawan mengatakan, rapat dengan elemen masyarakat bidang seni dan budaya yang dihadiri para stakeholder kebudayaan ini bertujuan untuk mendengar dan menampung aspirasi.

“Kami ingin mendengar apa saja masalah yang saat ini dialami para penggiat seni budaya. Tentu saja, kami akan mencarikan solusinya,” kata Ony.

Sementara Wakabid Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPD PDI Perjuangan Jatim Eddy Paripurna mengatakan, komunikasi dengan semua elemen masyarakat akan rutin dilakukan PDI Perjuangan Jatim. Menurutnya, hal ini sesuai amanah DPP PDI Perjuangan, agar jajaran Partai di daerah mendengar aspirasi dari semua elemen masyarakat.

Mantan Wabup Pasuruan ini menambahkan, tiap kali pertemuan, pihaknya juga menghadirkan dinas terkait di Pemprov Jatim. Seperti kali ini, pertemuan juga dihadiri perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur.

“Agar pemerintah daerah langsung mendengar masalah yang dihadapi masyarakat, atau mengetahui aspirasi mereka. Kami juga menghadirkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim yang akan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Edi Irianto yang turut hadir mewakili Disbudpar Jatim, mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ini adalah forum yang tepat untuk menyatukan pemikiran-pemikiran dalam membangun kebudayaan di Jawa Timur. Disbudpar tentunya akan mengakomodir masukan dari teman-teman hari ini untuk pengembangan pembinaan atau kebudayaan di Jatim yang tentu akan kami perjuangkan dan mudah-mudahan terwujud,” ujar Edi.

 

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari berharap, kegiatan tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

“Sehingga kedepan kita akan berelasi positif terus menerus sehingga ketika kami berdiskusi dengan Pemprov terkait membangun kebudayaan Jawa Timur harus bagaimana, mulai dari mana, lalu urusan secara teknis seperti apa saja, PDI Perjuangan sudah punya,” tandas perempuan yang juga sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Sekedar informasi, komunitas seni budaya yang hadir, diantaranya dari perwakilan Ludruk Arboyo, Seniman Teater Maimura Surabaya, Seniman Perupa/Ekonomi Kreatif Sidoarjo, Perwakilan Mahasiswa, Paguyuban Pelestari Tosan Aji Tuban, Masyarakat Adat Tengger Probolinggo, dan Komunitas Sejarah Surabaya.

Kemudian, Komunitas Bantengan, Komunitas Macapat Sidoarjo, Komunitas LIDI Mojokerto, Komunitas Musik Religi Jolotundo Mojokerto, Komunitas Keroncong Muda Surabaya, Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Jatim, Komunitas Pelestari Situs Raos Pacinan, Japanan, Perkumpulan Mbuyur Njati, Wiyung, dan Paguyuban Sawunggaling Joko Berek.

Hadir juga perwakilan dari Komunitas Tari Surabaya, Rumah Budaya Sangsakasta, Sanggar Suryo Budoyo, Sanggar Prajanara, Reog Turonggo Selendang Joyo, dan Sanggar Budaya Wikoe. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.