Lagi, Puluhan Korban Investasi Bodong Diiming-iming Cuan 30% dalam 10 Hari

Rudy Hartono - 25 June 2024
Empat dari puluhan korban investasi bodong melapor ke Polres Mojokerto

SR, Mojokerto – Korban investasi bodong melapor ke Polisi atas dugaan penipuan yang dilakukan pasangan suami istri di Kabupaten Mojokerto.

AD warga Warga Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang menjadi salah satu korban mengungkapkan, dirinya  mengaku diajak bergabung oleh terlapor, Anggi Dwi Arum Andriani (24) warga Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto dengan iming-imingi keuntungan sebesar 30-50 persen dari total investasi dalam sepuluh hari.

Setelah menjadi peserta dan berjalan satu bulan pemegang investasi menghilang. DA mengaku telah berinvestasi sebanyak Rp 250 juta. DA bersama 70 rekannya turut menjadi korban melaporkan kasus ini ke Polres Mojokerto. Dana yang terkumpul dari sekitar 70 korban yang ikut investasi bodong tersbut mencapai Rp 2 Miliar.

“Dari jumlah tersebut, kerugian yang dialami para ibu-ibu muda ini bervariasi, mulai dari Rp 38 juta hingga Rp 250 juta perorang. Para korban diiming-imingi keuntungan sebesar 30-50 persen per 10 hari sebagai kompensasi atas modal yang mereka tanamkan,” kata AD, Minggu (23/6/2024).

Menurut para korban, terlapor Anggi Dwi Arum Andriani menjalankan aksinya bersama Bagus Aditiya Rizqi Pratama (24). Mereka berdua merupakan pasangan suami istri (pasutri). Para korban dijanjikan profit sebesar 40 persen, modus pelaku, uang investasi diputar pada peminjam dan dibuat untuk mengembangkan showroom mobil.

“Mereka pasangan suami istri. Saat ini kami tidak bisa menemui mereka. Mereka menghilang. Semua media sosial keduanya sudah dimatikan,” ungkap AD.

Sementara, MR korban lain menambahkan, setelah pelaku tidak ada iktikat baik untuk mengembalikan uang, para korban kemudian sepakat melaporkan dugaan penipuan ini ke Polres Mojokerto pada 17 Mei 2024 lalu.

“Kita sempat dikumpulkan oleh pihak keluarga pelaku untuk menemui pelaku dirumahnya pelaku. Tapi tenyata saat itu kedua pelaku  tidak ada dirumah. Orang tuanya malah bilang tidak tahu kalau anaknya tersebut kabur,” terang Annisa.

Dalam pelaporan ke Polres Mojokerto pada Jumat (17/6/2024) lalu itu para korban membawa sejumlah dokumen sebagai alat bukti, diantaranya, surat pernyataan tanggung jawab pihak terlapor, bukti bukti transaksi keuangan dan kesepakatan bagi hasil.

“Kita sudah ada surat leporan polisi atas penipuan ini ke Polres Mojokerto pada Jumat 17 Mei lalu. Kalau di total dari seluruh korban, kerugian mencapai Rp2 miliar. Beda beda jumlahnya. Ada yang Rp30 juta, Rp50 juta bahkan ada yang mencapai Rp250 juta,” urainya.

Para korban berharap pelaku segera tertangkap dan diproses hukum, serta uang mereka bisa kembali.

“Kami mohon kepada pihak Kepolisian Polres Mojokerto. Tolong kami kejar dan tangkap Rizqi Pratama dan Anggi Dwi Arum Andriani. Kami minta keadilan. Syukur-syukur uang kita bisa kembali,” harapnya. (*/rri/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.