Kusnadi : Biaya Vaksin Gotong Royong Hendaknya Tidak Membebani Masyarakat

Yovie Wicaksono - 13 July 2021
Ilustrasi vaksin (Foro file - Anadolu Agency)

SR,Surabaya – Ketua DPRD Jatim, Kusnadi mendukung pelaksanaan vaksinasi gotong royong, namun dengan beberapa catatan. Misalnya pembiayaan yang tidak membebani masyarakat.

Dikatakan, saat ini, pemerintah telah memberikan alternatif bagi masyarakat terkait kebutuhan vaksin covid-19. Ada yang gratis dan berbayar namun tetap dalam kendali pemerintah khususnya menyangkut harga jual vaksin.

“Jadi pemerintah tetap bertanggungjwab karena masih menyediakan vaksin gratis bagi masyarakat. Namun keduanya berjalan beriringan agar tak terlalu membenani anggaran pemerintah,” ujar  Kusnadi, Selasa (12/7/2021).

Program vaksinasi, imbuh Kusnadi, adalah cara dalam mengatasi pandemi Covid-19.  Saat ini, pemerintah berupaya mengejar terwujudnya Herd Immunity dimana minimal 70 persen dari populasi penduduk Indonesia sudah menerima vaksin Covid-19.

Hanya saja, untuk mewujudkan herd immunity tidaklah mudah karena harus ada jaminan ketersediaan vaksin, dan masalah kemampuan anggaran (keuangan). “Pemerintah memiliki keterbatasan kemampuan anggaran, sehingga dicarikan alternatif bisa dilayani pihak ketiga dan berbayar,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Seperti diketahui, sebelumnya mulai Senin (12/7/2021), pemerintah merencanakan memberikan layanan vaksin gotong royong (VGR) atau mandiri kepada masyarakat. Kimia Farma ditunjuk sebagai pihak yang memberikan layanan.

Pada tahap awal ini, setidaknya ada delapan klinik Kimia Farma yang menyediakan layanan vaksinasi individu di enam kota. Ke depan akan diperbanyak jumlah kota yang bisa menyediakan layanan ini.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan tarif vaksin mandiri melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharma.

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan vaksin mandiri, setidaknya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 879.140. Rinciannya, Rp 643.320 untuk dua dosis vaksin dan Rp 235.820 untuk tarif maksimal pelayanan vaksinasi dua kali penyuntikan. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.