Kunjungan Kerja Perdana Menperin

Yovie Wicaksono - 17 November 2019
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : (Istimewa)

SR, Tokyo – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memilih menyambangi industri-industri yang ada di Jepang dan Korea Selatan untuk kunjungan kerja perdananya setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami memilih industri di kedua negara ini karena memiliki arti yang sangat penting, sebagai mitra strategis untuk Indonesia, khususnya potensi dari investasi-investasi yang bisa didapat dari perusahaan yang ada di kedua negara,” kata Menperin di Tokyo, Minggu (17/11/2019).

Melansir Antara, Agus menyampaikan, kunjungan kerjanya tersebut bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai menteri baru kepada industri, sekaligus mendengar aspirasi pelaku industri.

“Saya ingin mendengar aspirasi atau menyerap langsung dari industri terhadap apa saja yang bisa kami lakukan, kami bantu, kami asistensi agar industri ini bisa nyaman masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Pada kunjungan tersebut, Menperin dijadwalkan bertemu dengan sejumlah industri otomotif di Jepang yang telah menanamkan investasinya di Indonesia, industri baja, industri kaca, serta industri Petrokimia.

Pada Senin (18/11/2019), Agus dijadwalkan bertemu dengan jajaran direksi Nippon Steel, Nippon Shokubai, dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama petinggi Asahimas.

Kemudian, Menperin akan bertemu sejumlah industri otomotif, yakni dengan Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Mitsubishi Corporation (MC), Toyota Group, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Astra Motor (TAM), Daihatsu Motor Corporation, Astra Daihatsu Motor, Hino Motor (Jalan), dan Hino Indonesia.

Selain itu, Suzuki Motor Corporation, PT Suzuki Indonesia Motor (SIM), Isuzu Japan, Isuzu Indonesia, Honda Motor, dan Honda Prospect Motor.

Menperin akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Korsel pada Selasa (19/11/2019) untuk bertemu dengan direksi dari PT LG Chemical, LG International, Hyundai, Lotte Chemical, Posco, Posco Indonesia, NRC Industries, dan SK Group. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.