Koperasi dan UMKM Miliki Peran Penting di Tatanan Ekonomi Baru

Yovie Wicaksono - 16 July 2020
Bupati Blitar Rijanto memberikan sambutan dalam diskusi daring bertajuk “Peningkatan Peran Koperasi dalam Mengembangkan Usaha UMKM Berbasis Koperasi”, Rabu (15/7/2020). Foto : (Super Radio)

SR, Blitar – Dampak dari pandemi virus corona (Covid-19) pada pertumbuhan ekonomi baik secara global maupun nasional tentu akan mengalami tantangan yang cukup serius. Angka kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat. Selain itu, dunia usaha khususnya koperasi dan UMKM juga mengalami dampak yang berat dari sisi produksi, pemasaran hingga pembiayaan.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, tantangan baru yang dihadapi oleh dunia usaha ini tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan cara memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sisi ekonomi yang sangat dinamis.

“Walaupun di tengah masa pandemi Covid-19, kita harus tetap bersemangat, bekerja keras untuk berinovasi dan berkreativitas dalam upaya membangun tatanan ekonomi baru akibat dampak pandemi Covid-19,” ujar Rijanto dalam diskusi daring bertajuk “Peningkatan Peran Koperasi dalam Mengembangkan Usaha UMKM Berbasis Koperasi”, Rabu (15/7/2020).

“UMKM dan koperasi harus segera bangkit dan berjuang untuk kembali berperang dalam pembangunan perekonomian, khususnya di daerah,” imbuhnya.

Rijanto mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, antara lain dengan membuat regulasi kebijakan “Ayo Bela dan Beli Produk Blitar” yang mewajibakan Aparatur Sipil Negara untuk membeli produk UMKM di Kabupaten Blitar, memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19 dengan cara membeli hasil produk pelaku UMKM di Kabupaten Blitar.

“Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM untuk mengangkat mereka dari keterpurukan,” ujarnya.

Menghadapi tantangan dunia usaha yang pergerakan perubahannya begitu cepat dan kompleks, Rijanto menambahkan, UMKM harus bisa menyesuaikan dengan situasi tersebut dengan cara mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan informasi dan teknologi.

Kemudian meningkatkan keterampilan, kreativitas dan inovasi serta mampu memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekitar untuk diberdayakan melalui pembangunan yang tersistim dan terukur.

Dalam program pemulihan perekonomian nasional untuk menanggulangi dampak Covid-19 yang diumumkan oleh pemerintah pusat, lanjutnya, akan ada dukungan yang diberikan kepada UMKM diseluruh Indonesia dengan pelaksanaan programnya antara lain subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro dan kecil, penempatan dan restrukturisasi pemberian modal khusus untuk UMKM, intensif pajak untuk usaha mikro dan kecil, kemudian dalam pembiayaan dan korporasi.

Dengan adanya dukungan program kegiatan tersebut, ia berharap, dapat memberikan energi positif bagi pelaku-pelaku usaha, dalam upaya menata ulang program pemulihan ekonomi nasional untuk menanggulangi dampak Covid-19.

Menurutnya, koperasi dan UMKM sebagai organisasi ekonomi rakyat sangat bisa diandalkan pemerintah sebagai motor penggerak perekonomian.

“Saya yakin kita mampu mengatasi masalah ini. Marilah kita berpartisipasi aktif dalam upaya membangun dan memberdayakan potensi sumber daya kita agar dapat membangun tatanan ekonomi baru untuk menjadikan Kabupaten Blitar lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sri Untari Bisowarno turut mengapresiasi tema peringatan Hari Koperasi yang diangkat oleh Kabupaten Blitar ini.

“Tema yang diangkat pada Hari Koperasi yakni Peningkatan Peran Koperasi dalam Mengembangkan Usaha UMKM Berbasis Koperasi ini merupakan salah satu tema yang benar-benar oleh orang koperasi dianggap sebagai suatu alat perjuangan yang memberikan satu nuansa yang sangat cukup,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Untari berpesan kepada gerakan koperasi untuk membenahi koperasinya agar up to date dan lebih mengandalkan kerja-kerja yang visioner. Oleh sebab itu, lanjutnya, penting untuk masing-masing koperasi memiliki rencana strategis pengembangan koperasi untuk membuat institusi koperasi menjadi yang dipercaya oleh masyarakat.

“Kita harus membangun dan membangkitkan diri kita sendiri untuk menjadi profesional dibidang kita sehingga kita tidak diremehkan oleh pihak lain. Profesional disisi kelembagaan, kepengurusan, dan pengelolaan,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.