Kondisi 2 Pasien Positif COVID-19 Membaik

Yovie Wicaksono - 4 March 2020
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Achmad Yurianto. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Achmad Yurianto mengatakan kondisi kedua pasien yang positif Covid-19 sudah mulai membaik. 

Informasi tersebut ia dapatkan melalui sambungan telepon dengan Dirut RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso Mohammad Syahril.

”Kondisinya (kedua pasien positif Covid-19) lebih bagus daripada yang kemarin. Jadi sudah tanpa keluhan apapun tetapi masih harus tetap diisolasi karena confirm positif Covid-19,” katanya pada Konferensi Pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Sebelumnya, pada Senin (2/3/2020) dr. Ahmad melihat langsung pasien tersebut bersama Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto. 

Ia menceritakan salah satu pasien berusia 61 tahun suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celcius dengan keluhan batuk. Pasien yang satunya lagi yakni putrinya berusia 31 tahun pun saat itu dalam kondisi baik.

Secara detail, dr. Ahmad menjelaskan bahwa kedua pasien itu tinggal dalam satu rumah. Dalam satu rumah ada 4 orang, yakni ibu, 2 anak, dan satu pembantu. Yang tertular adalah anak yang ke dua dan sang ibu.

Pada 14 Februari sang anak berusia 31 tahun janji bertemu dengan teman-temannya dengan hobi yang sama untuk pesta dansa, ada sekira 50 orang yang ikut pesta tersebut dari berbagai negara. Dia berdansa dengan salah satu warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia.

Kemudian pada 16 Februari dia mengeluhkan batuk, sedikit demam, dan lemas. Sejak itu dia berobat rawat jalan dan ditemani ibunya. Namun pada 20 Februari ibu nya ikut sakit yang akhirnya mereka memutuskan untuk dirawat di rumah sakit pada 26 Februari.

Pada 28 Februari salah satu teman dansa sang anak mengabarkan bahwa dirinya confirm positif Covid-19. Lantas sang anak langsung mengabarkan kepada dokter yang merawatnya dan dokter tersebut langsung memutuskan untuk memindahkan dia dan ibunya ke RS Sulianti Saroso.

”Maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah contact tracing. Kami tahu alamat dan sebagainya terkait pasien. Kami meminta Dinkes setempat untuk melaksanakan contact tracing. Yang pertama adalah 2 orang yang serumah dengan pasien, dan hasilnya negatif tanpa keluhan apa-apa, pembantu dan kakaknya sehat dan negatif,” kata dr. Ahmad.

Contact tracing terhadap teman-temannya yang ikut pesta dansa pun sedang dilakukan.

”Ini yang agak repot, karena tidak semuanya (peserta dansa) akrab dengan pasien dan tidak diketahui alamatnya. Kami sedang mencari dan meminta otoritas kesehatan dari pemerintah kesehatan untuk melakukan tracing,” katanya.

Hingga saat ini belum ditemukan seluruh peserta yang ikut pesta dansa karena tidak semuanya masih berada di Jakarta atau daerah sekitarnya. Namun sudah ada 2 orang yang ditemukan dan mereka tidak menunjukkan keluhan apapun, dan setiap peserta pesta dansa yang ditemukan akan menjadi Orang dalam Pemantauan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.