Komunitas ACI Rayakan Hari Jadi ke-5 Tahun Lewat Konser Pancawarsa

Yovie Wicaksono - 7 December 2025
Penampilan dari Vokal Grup Swara Kita memeriahkan Konser Pancawarsa di perayaan hari jadi ke-5 ACI, di Wisma Jerman, Sabtu (6/12/2025). (foto: bima aditya/superradio.id)

SR, Surabaya – Komunitas ACI (Aksi Cinta Indonesia) merayakan hari jadinya yang ke-5 tahun melalui konser bertajuk “Pancawarsa” di Wisma Jerman, Surabaya, pada Sabtu (6/12/2025). Perayaan ini menjadi penanda perjalanan lima tahun ACI sebagai wadah kreatif anak muda dalam berkarya dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Naomi Olivia selaku vokal director dari ACI saat memberikan sambutan di Konser Pancawarsa pada Sabtu (6/12/2025). (foto: bima aditya/superradio.id)

Konser tersebut menampilkan penampilan vokal grup Swara Kita yang membawakan sejumlah lagu di hadapan para hadirin. Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran karya kerajinan dan lukisan berbahan barang bekas hasil kreativitas murid-murid SMP Kristen Dharma Mulya.

Selain itu, terdapat pula sejumlah booth yang menghadirkan berbagai produk ramah lingkungan, mulai dari eco enzyme hingga kerajinan yang terbuat dari sampah plastik. Kehadiran karya-karya tersebut menjadi bentuk edukasi sekaligus ajakan untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Naomi Olivia selaku Vocal Director di ACI mengaku bangga melihat bagaimana perkembangan komunitas yang ia ikuti sejak awal berdiri. Ia menceritakan bahwa ACI bermula sebagai komunitas virtual yang menggelar konser dan proses rekaman secara daring di masa pandemi.

Prosesi peniupan lilin menandai perayaan Hari Jadi ke-5 ACI di Wisma Jerman, Sabtu (6/12/2025). (foto: bima aditya/superradio.id)

“Kalau mengingat awal berdirinya, ACI itu memang dimulai secara virtual, dari konser sampai rekaman album. Setelah pandemi, kami perlahan mencoba menghadirkan konser secara offline di berbagai kota dan mengikuti berbagai perlombaan. Melihat proses itu semua, tentu rasanya sangat bangga,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, ACI mengusung satu nilai utama, yakni “Be The Best Version of Yourself” atau menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Melalui nilai tersebut, ACI membuka ruang bagi anak-anak muda untuk belajar dan bertumbuh bersama dalam proses kreatif.

“Kami membuat wadah untuk anak-anak yang mau berproses. Semua yang masuk ACI memulai dari nol, termasuk saya sendiri. Yang bikin terharu adalah melihat mereka terus berkembang dan berani mencoba,” lanjutnya.

Terkait persiapan acara, Naomi menjelaskan bahwa konser Pancawarsa telah dipersiapkan selama dua hingga tiga bulan. Sementara untuk penampilan di atas panggung, sebagian besar materi sudah dilatih sejak lama sehingga latihan lebih difokuskan pada pemantapan.

Booth dengan Berbagai Produk Eco Enzyme di Acara Konser Pancawarsa ACI di Wisma Jerman, Sabtu (6/12/2025). (foto: bima aditya/superradio.id)

“Selain konser, kami juga mengajak siswa-siswi dari SMP Kristen Dharma Mulya untuk memamerkan karya seni dari barang bekas, seperti lukisan dan berbagai produk daur ulang. Ini menjadi bagian penting dari pesan yang ingin kami sampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan siswa SMP Kristen Dharma Mulya, Steven, menjelaskan bahwa karya yang dipamerkan merupakan hasil kreativitas para siswa yang memanfaatkan sampah plastik dan barang bekas.

“Kami memamerkan karya teman-teman seperti lukisan, poster, dan tempat tisu yang dibuat dari sampah plastik dan barang bekas. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” tuturnya.

Natalia menambahkan, antusiasme para siswa sangat tinggi karena di sekolah mereka telah dibiasakan dengan konsep 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Proses pembuatan karya tersebut pun hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

“Kami belajar bagaimana mengurangi sampah, memakai kembali, dan mendaur ulang. Dari situ kami jadi lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

Steven berharap, langkah sederhana yang mereka lakukan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap alam sekitar. Menurutnya, tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Pameran karya yang terbuat dari sampah dan barang bekas milik murid-murid SMP Kristen Dharma Mulya di Konser Pancawarsa ACI pada Sabtu (6/12/2025). (foto: bima aditya/superradio.id)

“Perbuatan kecil seperti ini sudah bisa ikut membantu menyelamatkan alam. Harapannya, teman-teman di luar sana juga bisa menggunakan kreativitasnya sekaligus mencintai lingkungan,” ucapnya.

Di akhir acara, ACI kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang aman dan produktif bagi anak-anak muda dalam berkarya. Naomi pun berharap ACI dapat terus konsisten memberi dampak nyata, tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di kehidupan sehari-hari.

Ia berharap ACI tetap menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya secara nyata. “Karena berkarya yang sesungguhnya bukan hanya untuk dipamerkan di media sosial, tetapi mampu memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung di dunia nyata,” pungkasnya. (bmz/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.