Kiai Kampung Non Struktural NU Siap Menangkan Dito – Dewi

Yovie Wicaksono - 6 November 2020
Kiai Kampung Non Struktural NU Siap Menangkan Dito - Dewi. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Setelah keluarga besar pondok pesantren Al – Falah Ploso Mojo memberikan dukungan beberapa waktu lalu. Kali ini giliran sejumlah kiai kampung non struktural NU se-Kabupaten Kediri menyatakan sikap mendukung  dan memenangkan pasangan Calon Bupati Kediri 2020, Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa.

Deklarasi dukungan kiai kampung ini dilaksanakan pada di Pondok Pesantren Salafiyah Desa Kepuhrejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Kamis (5/11/2020).

Sebelum Deklarasi dukungan diberikan, acara bertemakan Silaturahmi dan Sarasehan Tokoh Agama bersama mas Dito tersebut, dibuka dengan sesi tanya jawab dan penyampaian visi misi. Acara ini sendiri diikuti sekira 26 kiai kampung non struktural NU perwakilan dari masing-masing wilayah kecamatan.

Usai sesi tanya jawab dan penyampaian visi misi, para kiai kampung ini spontanitas menyatakan sikap dukungannya.

“Kami kiai kampung se-Kabupaten Kediri siap mendukung dan memenangkan Mas Dito – Mbak Dewi,”  ujar KH. M. Iffatul Lathoif atau yang akrab disapa Gus Thoif saat memimpin deklarasi sambil diikuti sejumlah kiai.

Gus Thoif  mengatakan, salah satu alasan para kiai mendukung paslon Dito – Dewi dikarenakan program yang diusung sangat menyentuh dan  memperhatikan nasib para kiai. Pihaknya akan mengawal program yang diusung hingga nantinya terealisasi.

“Alhamdulillah sambutan para kiai sangat baik, dan beliu ini sangat mendukung dan memenangkan paslon mas Dito – mbak dewi. Program yang sangat baik ini betul betul direalisasikan nantinya,” pungkas Gus Tholif.

Sementara itu, Hanindhito Himawan Pramono menjelaskan jika ia bersama Dewi Maria Ulfa telah mempersiapkan tiga program unggulan untuk Pondok Pesantren jika nantinya ia diberikan amanah untuk memimpin.

Tiga program yang dimaksud ini antara lain Santripreneur ship dimana para santri yang ada di pondok akan diajarkan cara berwirausaha.  Teknisnya Dito akan menggandeng pihak ketiga bank atau kementerian terkait.

Kemudian program kedua yakni memberikan perhatian terhadap intensif guru Madrasah Diniyah (Madin) atau Taman Pendidikan Quran (TPQ). Dito menyebut kesejahteraan mereka harus diperhatikan mengingat mereka selama ini memiliki peran penting mengedukasi para muridnya  mengajarkan tentang moralitas keagamaan.

“Jadi ini sangat penting untuk dijamin kesejahteraanya,” janji pemuda berusia 28 tahun ini.

Dilanjut program ketiga yakni pemberian bantuan operasional kepada sejumlah pondok pesantren yang nilai bantuannya berkisar 100-200 juta per tahun. Pemberian bantuan akan diberikan secara bergilir dari ponpes satu ke ponpes lain.

“Karena itu ada aturan Permendagrinya, yang menyatakan tidak boleh mendapatkan program bantuan secara terus menerus. Jadi itu tadi 3 program utamanya,” ata Dito. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.