Khofifah Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Ke 3,42 Persen

Rudy Hartono - 13 October 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memaparkan capaian kawa timut di momentum paripurna DPRD bertajuk HUT Jatim ke-81, Senin (12/10/2026).(foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Ia menyebut, berdasarkan data Mei 2026 angka pengangguran sukses turun hingga 3,42 persen.

Capaian sektor ketenagakerjaan yang menjadi bukti resiliensi ekonomi daerah tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Khofifah menegaskan, penurunan signifikan angka pengangguran merupakan hasil dari kerja keras bersama serta perluasan kesempatan kerja yang berkualitas melalui pilar Jatim Kerja.

“Kerja keras dan sinergi kita membuahkan hasil yang luar biasa. Pada Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka Jawa Timur berhasil kita tekan pada angka 3,42 persen, sebuah capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita,” ujar Khofifah.

Keberhasilan penekanan pengangguran daerah terhubung erat dengan keunggulan kompetitif lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur yang kian diminati pasar kerja internasional. Pada bulan yang sama, sebanyak 4.915 lulusan SMK asal Jawa Timur tercatat sukses diterima bekerja dan magang di 13 negara.

Jumlah daya serap tenaga kerja vokasi Jawa Timur di mancanegara tersebut melampaui akumulasi gabungan seluruh provinsi lain di Indonesia. “SMK kita pada bulan Mei kemarin mengirim 4.915 anak-anak lulusan SMK yang diterima bekerja dan magang di 13 negara, sementara di provinsi lain total 3.600 se-Indonesia. Apa yang ingin kami sampaikan bahwa pendidikan kita insyaallah sudah on the right track,” tutur Khofifah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen utama dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mengentaskan kemiskinan secara permanen. Lewat pilar Jatim Cerdas, intervensi pendidikan diarahkan untuk memberikan kepastian masa depan bagi setiap anak muda.

Gubernur menegaskan bahwa pemerataan akses belajar berkualitas menjadi pondasi utama peradaban dan kemajuan Jawa Timur. “Kita berpegang teguh pada satu prinsip dasar yakni pendidikan. Pendidikan adalah eskalator sosial yang akan mengangkat derajat kehidupan,” tegas Khofifah.

Keunggulan sistem pendidikan ini juga terbukti dari capaian siswa Jawa Timur yang selama tujuh tahun berturut-turut mencatatkan jumlah kelulusan tertinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

Akselerasi pilar Jatim Cerdas semakin diperkuat melalui inisiatif Jatim World Class Education, termasuk kemitraan strategis bersama King’s College London yang menghadirkan dua program magister baru.

Di samping itu, Pemprov Jatim membina enam SMA Taruna secara sistematis untuk membentuk karakter kepemimpinan dan wawasan kebangsaan calon kader pemimpin bangsa.

Menutup pemaparannya, Khofifah mengingatkan pentingnya pengawasan dan efektivitas penganggaran daerah demi memastikan anak muda Jawa Timur terus mendapatkan akses pekerjaan serta pendidikan yang layak.

“Masih ada anak muda yang membutuhkan pekerjaan. Karena itu, kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD perlu terus kita arahkan bersama pada penyelesaian persoalan-persoalan tersebut,” tandasnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.