Khofifah Bangun Dapur Umum Khusus untuk Penuhi Gizi Pengungsi Anak dan Balita

Yovie Wicaksono - 12 December 2021

SR, Lumajang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membuka layanan dapur umum khusus anak dan balita pengungsi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru. Dapur umum tersebut guna menjamin kebutuhan permakanan, nutrisi serta gizi anak dan balita pengungsi agar terpenuhi selama berada di pengungsian. 

“Tentu tidak bisa disamakan antara makanan orang dewasa, bayi  dan balita. Asupan nutrisi serta gizi anak dan balita harus terpenuhi meskipun sedang di pengungsian,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (11/12/2021). 

“Artinya, anak atau balita tersebut tidak sekadar kenyang, namun angka kecukupan gizinya juga harus tercapai untuk membantu tumbuh kembang dengan baik, memenuhi kebutuhan energi, serta menjaga kesehatan secara keseluruhan,” tambah Khofifah. 

Khofifah mengatakan, dapur umum bergerak  khusus anak dan balita tersebut didirikan di lokasi pengungsian SMPN 1 Candipuro, Lumajang. Di lokasi tersebut, dapur anak dan balita menyasar sekitar 64 anak pengungsi (25 laki-laki, 39 perempuan) yang terdata di posko tersebut. 

“Saya berharap dengan layanan ini, kesehatan dan daya tahan tubuh para pengungsi berkategori rentan bayi dan balita  dapat terjaga di tengah-tengah kondisi dan situasi yang serba terbatas,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa menyampaikan bahwa untuk memastikan kebutuhan bayi  dan balita pengungsi tercukupi secara optimal, BPBD menurunkan Tim Srikandi BPBD untuk bertanggungjawab terhadap  penyiapan bahan makanan bergizi dan mendistribusikannya kepada anak-anak di pengungsian. Rencananya, dapur balita ini akan memberikan pelayanan di pos pengungsi secara bergilir dari satu tempat ke tempat yang lain. 

“Kita akan gilir untuk setiap titik pos pengungsi per dua hari,” ujar Budi Santosa.

Sebelumnya, Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB dengan mengeluarkan awan panas di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Hujan deras pada hari itu juga menyebabkan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncur deras menerjang desa di bawahnya. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (10/12/2021), pukul 21.00 WIB, jumlah warga meninggal dunia sebanyak 45  jiwa, luka berat 19 orang, luka ringan 19 orang, korbang atau dalam pencarian 12 dan mereka yang mengungsi 6.573. Warga yang mengungsi tersebar di 126 titik. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.