Ketika Disabilitas Tak Terlihat: Memahami ‘Invisible Disabilities’

Rudy Hartono - 19 May 2025
Ilustrasi

SR, Surabaya – Bayangkan seseorang yang tampak sehat dan aktif, namun setiap hari berjuang melawan kelelahan kronis, nyeri yang tak kunjung reda, atau gangguan konsentrasi  yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Inilah realitas yang dihadapi oleh individu dengan invisible disabilities —kondisi disabilitas yang tidak terlihat secara fisik namun berdampak signifikan pada kehidupan mereka.

Dalam laman invisibledisabilities.org menerangkan bahwa invisible disabilities mencakup berbagai kondisi seperti gangguan mental, penyakit autoimun, gangguan pendengaran atau penglihatan ringan, serta gangguan  neurologis.

Menurut Invisible Disabilities Association, kondisi ini dapat membatasi aktivitas harian seseorang meskipun tidak tampak dari luar .

Karena tidak terlihat, seringkali individu dengan invisible disabilities menghadapi  stigma dan kurangnya pemahaman dari masyarakat. Mereka mungkin dianggap ‘berlebihan’ atau ‘mencari perhatian’, padahal mereka menghadapi tantangan nyata setiap harinya. Hal ini dapat menyebabkan isolasi sosial dan tekanan mental yang lebih besar.

Kesadaran akan keberadaan invisible disabilities sangat penting untuk membangun masyarakat yang inklusif dan empatik. Dengan memahami bahwa tidak semua disabilitas terlihat secara fisik, kita dapat lebih bijaksana dalam berinteraksi dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkannya. (*/div/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.