Kenaikan Dana Desa Diharapkan Mampu Pulihkan Perekonomian

Yovie Wicaksono - 5 December 2020
Ilustrasi Dana Desa. Foto : (faktualnews)

SR, Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah mengatakan, pengalokasian Dana Desa senilai Rp72 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 diharapkan mampu memulihkan perekonomian desa dari tekanan pandemi Covid-19 pada 2021 mendatang.

Said menuturkan, pada 2015 Dana Desa bernilai Rp 20,67 triliun, tahun 2016 meningkat menjadi 46,98 triliun. Lalu pada 2017 dan 2018 menjadi 60 triliun. Dana Desa kembali meningkat pada 2019, yaitu sebesar 70 triliun.

“Dan tahun 2020 juga mengalami kenaikan Rp 1,19 triliun. Dari hasil kesepakatan DPR dan pemerintah. Tahun 2021 DD naik, dari Rp 71,19 triliun menjadi 72 triliun,” kata Said.

Penggunaan Dana Desa itu katanya, titik penekanannya untuk peningkatan infrastruktur dan ketahanan pangan yang juga menjadi prioritas pemerintah.

“Insya Allah kalau tiga tahun terus menerus, maka di tahun keempat kita akan menjadi negara yang berdaulat di bidang pangan,” katanya.

Kemudian Said menyinggung soal pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021. Akselerasi pemulihan ekonomi itu bisa tercapai, salah satunya, jika pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Maka kemudian kita harus memiliki kesadaran yang sama untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

“Kalau itu bisa dilakukan, Insya Allah di tahun 2021 ekonomi kita akan tumbuh sebagaimana yang kita harapkan. Yakni sekitar 5 persen,” imbuhnya.

Dana yang dikucurkan itu ditargetkan bisa digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat di desa-desa pasca pandemi Covid-19.

“Penggunaannya seperti biasa, namun penekanannya pada infrastruktur dan ketahanan pangan. Itu penting karena dalam tiga tahun terakhir prioritas nasional masuk melalui PAK nomenklatur ketahanan pangan,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.