Kementerian ESDM Terbitkan Regulasi Khusus Guna Lindungi Warisan Geologi

Yovie Wicaksono - 16 February 2020
Objek wisata geosite Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Foto : (pergiberwisata.com)

SR, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan aturan baru mengenai pedoman penetapan warisan geologi (geoheritage) dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2020.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, penetapan regulasi tersebut bisa melindungi sekaligus memanfaatkan warisan geologi yang bernilai tinggi.

“Aturan ini sangat membantu bagaimana menentukan sebuah geoheritage sekaligus mengetahui rekam jejak sejarah yang terkandung di dalamnya,” ungkap Agung dalam keterangan resmi yang diterima Super Radio, Minggu (16/2/2020).

Agung menambahkan, pelestarian geoheritage akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan geopark secara berkelanjutan di wilayah setempat sehingga bisa dijadikan objek penelitian hingga geowisata. 

“Penetapan geoheritage juga digunakan sebagai pelaksana Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark,” jelasnya.

Nantinya, usulan penetapan geoheritage diajukan oleh Gubernur setempat dengan menyertakan hasil inventarisasi keragaman geologi (geodiversity) dan peta sebaran geodiversity. 

“Usulan tersebut akan diidentifikasi, verifikasi dan ditetapkan oleh Menteri ESDM melalui Kepala Badan Geologi,” ungkap Agung.

Khusus identifikasi geoheritage akan dilakukan melalui tahap pengkriteriaan, pembandingan, pengklasifikasian dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion). Selama identifikasi akan melibatkan pihak lain yang memiliki kompetensi di bidang geologi. 

“Penetapan geoheritage sendiri akan mempertimbangkan aspek prioritas, kelengkapan data dan anggaran,” tegas Agung.

Pemerintah akan mengeluarkan rekomendasi teknis terkait pemanfaatan situs geoheritage yang sudah ditetapkan (geosite). Sementara itu, pengelolaan sistem informasi geoheritage sendiri akan dilakukan oleh Badan Geologi secara online dan offline. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.