Kembangkan Potensi Desa, ITS Garap Teaching Industry Desa di Mojokerto

Yovie Wicaksono - 7 August 2022

SR, Surabaya – Sebagai bentuk komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat kiprahnya dalam memberdayakan masyarakat Indonesia. Kali ini, melalui Pusat Kajian Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI), tim pengabdian masyarakat (abmas) ITS menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang potensi sumber daya alam hingga manusia yang dapat dikembangkan bersama masyarakat Desa Kebontunggul, Mojokerto, Sabtu (6/8/2022).

Koordinator Teaching Industry Desa Kebontunggul Okta Putra Setio Ardianto mengatakan, kerja sama ITS dengan Desa Kebontunggul sudah berlangsung sejak 2020. Kerja sama tersebut berhasil diusung oleh Kepala PKKPBI ITS Arman Hakim Nasution.

“Kerja sama ini lahir berkat kegiatan BUMDes Award 2020 yang diselenggarakan oleh PKKPBI ITS,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Super Radio, Minggu (7/8/2022).

Dosen Departemen Desain Interior ITS tersebut menyatakan bahwa Desa Kebontunggul memiliki berbagai sumber daya alam yang berpotensi. Namun, problematika yang dihadapi oleh desa tersebut meliputi angka kemiskinan yang tinggi, pola pikir masyarakat yang kurang terstruktur masih marak. 

“Maka dari itu, sudah suatu kewajiban kita sebagai perguruan tinggi untuk mengedukasi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Dijelaskan Okta, tim abmas ITS di Desa Kebontunggul terdiri atas mahasiswa maupun dosen dari berbagai departemen yang ada di ITS. Mulai dari Departemen Manajemen Bisnis, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), dan berbagai departemen lainnya. 

“Hal ini kami lakukan guna memperkaya ide-ide yang cemerlang dalam mengembangkan Desa Kebontunggul,” tandasnya.

Melalui delapan tim abmas ITS, lahirlah pula delapan judul abmas yang inovatif dengan berbagai sasaran sektor yang akan dikembangkan. Mulai dari pendirian spin off Kafe Kebontunggul dalam sektor kewirausahaan, penciptaan Smart Agriculture Farming dalam sektor pertanian, peningkatan branding usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam bidang pemasaran, dan berbagai karya inovatif lainnya.

Menanggapi berbagai inovasi tersebut, Kepala Desa Kebontunggul Siandi berharap kegiatan abmas tersebut dapat berjalan dengan lancar dan dapat terimplementasi dengan baik di Desa Kebontunggul. Selaras dengan Siandi, Okta berharap tim abmas ITS memiliki semangat juang yang tinggi sebagai bentuk komitmen ITS dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

“Sudah suatu tanggung jawab kita sebagai perguruan tinggi Indonesia untuk menyejahterakan rakyat kita,” pungkasnya optimistis. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.