Kelurahan Ardirejo Malang Canangkan sebagai Rintisan Kelurahan Inklusif

Yovie Wicaksono - 25 December 2019
Sarasehan Pembangunan Inklusif Disabilitas, pada Selasa (10/12/2019). Foto : (Linksos)

SR, Malang – Yayasan Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Ardirejo sepakat mencanangkan Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang sebagai rintisan kelurahan inklusif saat acara Sarasehan Pembangunan Inklusif Disabilitas, pada Selasa (10/12/2019).

Sedikit berbeda dengan model pemerintahan desa, pemerintah kelurahan didesain untuk tata kelola masyarakat perkotaan. Oleh karena itu harapannya, Kelurahan Ardirejo mampu menjadi model kota inklusif di Kabupaten Malang.

“Kelurahan Ardirejo juga tercatat sebagai rintisan kelurahan inklusif yang pertama kalinya di Kabupaten Malang,” ujar Lurah Ardirejo, Setyo Budi Waluyo dalam keterangan resminya, Rabu (25/12/2019).

Dalam sarasehan tersebut, setidaknya menghasilkan empat gagasan pokok untuk mendorong terciptanya kelurahan inklusif, meliputi bidang partisipasi sosial, kesehatan, ekonomi dan pendidikan.

Bidang partisipasi sosial, akan dibentuk kelompok difabel desa/kelurahan (KDD). Kelompok ini akan langsung dalam pembinaan Pemerintah Kelurahan Ardirejo, berfungsi sebagai perwakilan masyarakat dalam proses pembangunan, sebagai wadah apresiasi dan pengembangan diri, serta untuk memudahkan koordinasi dan implementasi program-program pemerintah berkaitan dengan pemberdayaan warga masyarakat penyandang disabilitas.

“Kami minta Kelompok Difabel ini segera disusun, yang tata kelolanya nanti dalam perlindungan dan binaan Pemerintah Kelurahan Ardirejo bekerjasama dengan Yayasan Lingkar Sosial Indonesia, lalu kita hubungkan diantaranya dengan Dinas Sosial dan dinas terkait,” ujar Lurah Ardirejo.

Hal tersebut berfungsi untuk memudahkan Pemerintah Kelurahan Ardirejo menghubungkan masyarakat dengan program-program Pemerintah.

“Kami juga minta kelompok difabel membuat proposal kegiatan yang akan kami masukkan dalam anggaran kelurahan tahun 2021,” ujarnya.

Dalam bidang kesehatan, akan dilakukan upgrading layanan kesehatan bagi difabel dan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pola yang ditawarkan Lingkar Sosial Indonesia adalah Posyandu Disabilitas dengan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dasar, fisio terapi, konseling dan parenting, dengan sumber daya pelayanan mengajukan kerjasama dengan Puskesmas Kepanjen, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepanjen, RSJ Radjiman Wediodiningrat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Malang,” ujar Ketua Linksos, Kertaning Tyas.

Kemudian di bidang ekonomi, Linksos akan memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan sosial bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Ardirejo, Dinas Sosial dan OPD terkait di Kabupaten Malang, Balai Latihan Kerja, CSR Perusahaan, dan kolaborasi organisasi- organisasi pemberdayaan masyarakat.

Sementara di bidang pendidikan, Linksos melalui Kelompok Difabel Desa/Kelurahan (KDD) akan melakukan kegiatan belajar mengajar untuk anak-anak disabilitas di luar sekolah formal, bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Ardirejo, Dinas Pendidikan dan OPD terkait, SLB Kepanjen dan stakeholder.

“Kami berharap program rintisan kelurahan inklusi Ardirejo ini dapat berjalan optimal dengan dukungan penuh dari Pemerintah dan stakeholder, sehingga kedepan akan mampu menjadi model kota inklusif di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang,” ujar pria yang akrab disapa Ken ini.

Harapan lainnya, program Desa Inklusi yang diinisiasi oleh Lingkar Sosial Indonesia ini akan menjadi program Pemerintah Kabupaten Malang, sehingga inklusifitas pembangunan secara optimal dapat dilakukan di seluruh wilayah yaitu 12 kelurahan dan 378 desa yang termuat dalam 33 kecamatan di Kabupaten Malang. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.