Kebakaran Gunung Kawi Hanguskan 1.534 Hektar Lahan dan Pipa Air

Rudy Hartono - 21 September 2026
Petugas melakukan pemadaman kebakaran di area Gunung Kawi. BPBD Kabupaten Malang mencatat lahan yang terbakar kurang lebih seluas 1.534 hektar meliputi Kecamatan Dau dan Wagir.

SR, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat yang melahap kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil dikendalikan pada Sabtu (19/9/2026).

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang mencatat amukan si jago merah telah menghanguskan sekitar 1.534 hektare lahan yang tersebar di wilayah Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir.

Meski kondisi di lapangan sudah relatif aman dari kepulan asap pekat, petugas tetap bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan timbulnya titik api baru.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa pantaun visual terkini menunjukkan tidak ada lagi kobaran api maupun asap tebal di lokasi kejadian.

Ia menegaskan pihak pemadam tidak langsung berpuas diri dan terus mengawal proses pendinginan hingga benar-benar tuntas.

“Namun demikian kami tetap melakukan observasi darat dan pendinginan melalui udara menggunakan waterbombing dan penanganan di darat,” tegas Sadono, Minggu (20/9/2026).

Guna memastikan api tak lagi berkobar, pemadaman dari udara atau water bombing dikerahkan menyasar Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, Gunung Malang Kucur, serta kawasan Timur Pos 3 Buthak Panderman.

BPBD Provinsi Jawa Timur memimpin helikopter water bombing untuk menerjunkan bom air sebanyak tiga kali penyiraman di titik-titik krusial itu.

Berdasarkan pemetaan akhir, kerusakan lahan terparah berada di Pos Lapang Selorejo Kecamatan Dau yang mencapai 1.149 hektare.

Sementara itu, area terdampak di Pos Lapang Merkusi Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir tercatat seluas 385 hektare.

“Upaya pemantauan tetap kami lakukan hingga saat ini, termasuk seluruh basecamp diupayakan sigap melakukan pemadaman apabila diketahui masih ada nyala api maupun asap,” lanjut Sadono.

Dampak kebencanaan itu tak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar masyarakat lokal.

Laporan dari tim Jabal Kucur mengonfirmasi bahwa saluran pipa air minum milik warga di Dusun Sumberbendo, Desa Kucur, Kecamatan Dau, ikut hangus dilalap api.

Kerusakan sarana vital itu mengakibatkan pasokan dan saluran air bersih menuju permukiman warga terputus total.

Petugas kini berkoordinasi dengan pihak desa untuk menangani krisis air serta melakukan perbaikan darurat pada instalasi pipa itu. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.