Kampung Ilmu, Surganya Buku Murah di Surabaya

Yovie Wicaksono - 25 April 2022
Perwakilan Pedagang Buku di Kampung Ilmu, Budi Santoso saat melihat salah satu buku di gerainya. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Hadirnya buku elektronik alias e-book berkat perkembangan teknologi, nyatanya tak menggantikan keberadaan buku fisik yang hingga kini masih menjadi incaran banyak orang.

Bagi pecinta buku di Surabaya, Kampung Ilmu yang berada di Jalan Semarang Nomor 55 ini mungkin sudah tidak asing lagi. Di sana segala jenis buku mulai dari bekas, edisi terbaru, hingga buku langka yang sudah tidak dijual di toko, dijual dengan harga terjangkau. 

Tak jarang, para pembeli juga berdatangan dari luar kota hanya untuk berburu buku favoritnya. Tercatat, ada sekira 84 toko buku yang hingga kini masih beroperasi dan berjajar rapi di kanan kiri kawasan Kampung Ilmu.

Nama Kampung Ilmu ini, awalnya tercipta dari pemikiran para pedagang pada aspek sosial budaya dan pendidikan.

“Awal mula Kampung Ilmu itu dulu jualan di depan Stasiun Kereta Api Pasar Turi, nah tahun 2008 sama Pemkot itu direlokasi di tempat ini total anggota 84 dan sampai saat ini sama jumlahnya,” kata Perwakilan Pedagang Buku, Budi Santoso, Senin (25/4/2022).

Pemilik toko buku Angger Bacae ini menyebut, hingga kini minat baca di Kampung Ilmu masih ada, hanya saja tidak sebanyak dahulu.

Meskipun ada penurunan pada penjualan buku fisik, namun para pedagang tidak kehabisan semangat. Mereka akhirnya banyak yang berinovasi dengan menjual buku secara online.

“Kalau toko saya ini pendapatan antara 300-400 ribu per hari lewat online. Kalau konvensional sekarang sekira 150 ribu per hari,” ujarnya.

Biasanya, ucapnya, penjualan akan ramai di momen tertentu. Seperti tahun ajaran baru, bulan puasa, dan sebagainya.

“Buku yang paling banyak dicari ini buku pelajaran, buku masakan, novel,” ujarnya.

Ia pun berharap, kedepannya para generasi muda dapat semakin giat membaca. Karena dari membaca kita bisa mengenal jati diri bangsa.

“Kita harus meluangkan waktu untuk membaca dan belajar. Karena jika tidak, maka hilanglah masa depan bangsa bahkan dirinya sendiri,” tuturnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.