Kadiskanla Jatim : Perlu Market Khusus untuk Garam Rakyat

Yovie Wicaksono - 29 April 2022

SR, Surabaya – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadiskanla) Provinsi Jatim, Dyah Erma menyebut persoalan yang seringkali dikeluhkan petani garam adalah akibat perdagangan impor garam yang diputuskan oleh pemerintah pusat. 

“Izin impor itu dari pusat, Pemprov hanya memverifikasi. Jadi di pelabuhan itu barangnya sudah ada cuma turunnya nunggu verifikasi Pemprov,” ujar Dyah, Kamis (28/4/2022).

Dyah menambahkan hal yang harus dipikirkan adalah market khusus untuk kelompok garam rakyat. Karena, garam industri sudah jelas akan kandungan tertentu yang lebih bagus secara kualitas. 

Menurutnya, meski tingkat kandungan garam lokal memiliki kualitas bagus, akan muncul masalah di tingkat pasar. 

Dyah mengatakan, DPRD bisa mendorong kebijakan pemerintah soal impor garam, namun harus diimbangi  DPRD dengan bukti kebutuhan end user garam impor.

“Kami juga tetap memperbaiki kualitas dan membantu dengan pelatihan-pelatihan untuk petani garam,” tandas Dyah. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.