KA Mulai Beroperasi, Ini Syarat Bagi Penumpang

Yovie Wicaksono - 11 June 2020
Pemeriksaan suhu badan di Stasiun Kediri, Rabu (10/6/2020). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Jelang tatanan normal baru (new normal), sejumlah jalur perjalanan antar kota sudah mulai dibuka. Salah satunya yang menggunakan alat transportasi kereta api (KA).

Adapun perjalanan kereta api yang dibuka kembali adalah kereta api lokal Rapih Dhoho jurusan Surabaya – Blitar/pp, melalui stasiun Kediri maupun sebaliknya.

“Untuk saat ini, KA yang jalan adalah kereta lokal Dhoho jurusan Surabaya-Blitar/pp. Sedangkan kereta api jarak jauh via Stasiun Kediri rencana akan jalan pada tanggal 12 Juni,” kata Kepala Stasiun Kediri, Wahyudi, Rabu (10/6/2020).

Kereta jarak jauh yang dimaksud yaitu KA Kahuripan jurusan Blitar-Bandung (Stasiun Kiaracondong).

Wahyudi menambahkan, untuk kereta jarak jauh ke Jakarta sementara ini belum ada rencana dibuka atau menunggu perkembangan selanjutnya.

Sementara itu apabila masyarakat Kota Kediri yang ingin bepergian ke Jakarta melalui kereta, hanya bisa melalui Surabaya. Namun agaknya tidak bisa ditempuh dalam sehari (langsung).

Kereta ke Surabaya berangkat dari Stasiun Kediri pukul 06.14 WIB, sampai Surabaya (Kota) pukul 10.30 WIB dengan tarif Rp 15.000. Sedangkan kereta dari Surabaya (Pasar Turi) ke Jakarta hingga saat ini masih menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) yang berangkat pada pukul 05.10 WIB untuk kereta eksekutif dengan tarif Rp 750.000. Sedangkan kereta ekonomi berangkat pukul 6.30 WIB dengan tarif Rp 400.000.

Wahyudi menambahkan, untuk naik kereta lokal, penumpang harus mengenakan masker, mengenakan busana pelindung (lengan panjang atau jaket), suhu tidak boleh lebih dari 37,3 derajat celcius, dan tidak dalam keadaan flu, pilek, batuk, dan demam.

Sedangkan untuk penumpang kereta jarak jauh, penumpang harus memenuhi syarat sebagaimana penumpang kereta jarak dekat ditambah syarat-syarat lain. Pertama, tak hanya masker, penumpang harus mengenakan faceshield selama perjalanan.

Disamping itu, penumpang kereta jarak jauh juga harus menunjukkan keterangan hasil negatif PCR test (berlaku 7 hari) atau hasil non reaktif rapid test (berlaku 3 hari).

Bila wilayah asal tak memiliki fasilitas untuk rapid test dan PCR, maka penumpang boleh menunjukkan surat keterangan sehat bebas dari flu, pilek, dan demam yang dikeluarkan oleh puskesmas atau dokter rumah sakit.

Khusus untuk penumpang yang akan bepergian ke Jakarta, harus membuat surat SKIM (Surat Izin Keluar Masuk) yang bisa diperoleh secara daring dengan melengkapi berkas. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.