Jelang Tayang Film ‘Laut Bercerita’: Mengenang Penghilangan Aktivis 1998
SR, Surabaya — Perfilman nasional kembali disambut antusiasme tinggi lewat penayangan spesial (special screening) film ‘Laut Bercerita’ di Tunjungan Plaza XXI Surabaya pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pemutaran lebih awal bertajuk “Nonton Duluan” publik Surabaya karya Leila S. Chudori, sebelum resmi diputar serentak di seluruh bioskop tanah air pada 29 Oktober 2026 mendatang.
Acara yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut berlangsung emosional dan penuh apresiasi dari para penonton serta pembaca setia novelnya. Menggandeng Gramedia dalam kolaborasi eksklusif, penayangan ini menawarkan paket tiket nonton bareng yang dilengkapi dengan buku novel edisi khusus sampul film (movie cover) serta berbagai merchandise eksklusif.
Kehadiran film berdurasi panjang ini dinilai sukses menghadirkan kembali memori sejarah pergerakan mahasiswa dan tragedi penghilangan paksa aktivis 1998 ke hadapan generasi muda.

Co-Producer film Laut Bercerita, Wisnu Darmawan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada para penonton Surabaya yang hadir memadati studio bioskop. Ia menekankan bahwa penayangan perdana pada 24 Oktober ini merupakan keistimewaan bagi kelompok penonton pertama sebelum penayangan komersial secara luas.
“Film ini baru akan tayang di tanggal 29 Oktober mendatang. Jadi Bapak Ibu semua adalah para kelompok pertama yang menonton film sebelum film [dirilis resmi]. Jadi dari saya pesannya singkat saja. Nanti kalau sudah selesai menonton silakan ajak teman-teman semuanya untuk berbondong-bondong ke bioskop,” ujar Wisnu.
Dukungan penuh terhadap hadirnya versi layar lebar ini juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), Dandik Katjasungkana. Dandik mengungkapkan kegembiraannya atas keterlibatan IKOHI yang telah mendampingi perjalanan cerita ini sejak peluncuran novelnya pada 2017. Menurutnya, film versi panjang ini menjadi media penting untuk memperluas jangkauan edukasi sejarah kepada anak muda yang memiliki jarak generasi dengan peristiwa 1998.

“Ketika film Laut Bercerita itu diproduksi dalam versi panjang ya kami cukup bergembira karena itu akan lebih memperluas jangkauan kepada khalayak yang lebih luas terutama anak-anak muda… Meskipun ini film fiksi tapi diangkat dari basis fakta sejarah,”* kata Dandik.
Lebih lanjut, Dandik menegaskan relevansi cerita pelanggaran HAM masa lalu dengan dinamika sosial-politik Indonesia saat ini yang dinilainya masih diwarnai tindakan represif terhadap aktivis. Di era digital, media visual dianggap paling efektif sebagai pemicu kesadaran kritis generasi muda.
“Anak-anak muda sepertinya lebih menggemari banyak hal yang bersifat visual. Nah, film ini menjadi media penting untuk mentransformasikan pengetahuan terutama sejarah pelanggaran HAM masa lalu kepada anak-anak sekarang… supaya mereka menjadi bagian dari unsur masyarakat yang berusaha mencegah keberulangan dari pelanggaran HAM masa lalu itu,” jelasnya.
Perwakilan Kawan Muda IKOHI, Valeri, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi seni dan gerakan kemanusiaan dalam merawat ingatan kolektif bangsa. Ia menekankan bahwa kisah perjuangan para aktivis yang digambarkan dalam film bukan sekadar rekaan, melainkan refleksi nyata dari sejarah perjuangan demokrasi yang tidak boleh padam.
“Harapannya adalah supaya dengan adanya film Laut Bercerita ini ingatan akan apa yang terjadi tahun ’98 terutama apa yang dilakukan oleh para pejuang demokrasi dan apa yang menimpa mereka… tetap diingat, ingatannya tetap terawat oleh generasi muda. Karena ingatan keluar kebenaran dan kebenaran akan terus hidup, tidak akan bisa lenyap,” tutur Valeri.
Suksesnya pemutaran perdana di Surabaya ini menjadi pijakan awal bagi film Laut Bercerita sebelum menyapa masyarakat luas pada 29 Oktober 2026 di bioskop-bioskop Indonesia. Melalui pesan-pesan kuat yang disampaikan para narasumber, penayangan film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan sinematik yang menghibur, tetapi juga memantik diskusi publik serta mengamplifikasi gagasan nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda. (js/red)
Tags: gerakan 1988, laut bercerita, leila s chudori, pemutaran film, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





