Jelang Nataru Kemendag Pantau Stok Minyakita di Surabaya

Rudy Hartono - 5 December 2025
Direktur Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Mario Josko, saat berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Pucang Anom. (foto: rri)

SR, Surabaya –  Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Perdagangan memantau ketersediaan, distribusi, dan harga minyak goreng “Minyakita” di Surabaya. Pemantauan dipimpin Direktur Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Mario Josko, di Pasar Pucang Anom dan fasilitas produksi PT Mahesi Agri Karya di Kawasan Rungkut Industri.

Mario menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga “Minyakita” tetap sesuai ketentuan. Dari hasil pengecekan, ia memastikan pasokan dalam kondisi aman dan harga stabil. Ia mengungkapkan, faktor distribusi antarpengecer sering kali menjadi penyebab harga di lapangan melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Di beberapa tempat biasanya harga tinggi itu pengambilan dari pengecer ke pengecer. Jadi, diambil dari toko sebelah, dia jual di tokonya, akhirnya dia naikkan,” ujar Mario, Jumat, (5/12/2025).

Meski demikian, ia memastikan stok “Minyakita” di Surabaya aman menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Harga juga terpantau berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

“Kalau dari rata-rata nasional memang harga Minyakita relatif stabil dalam sebulan ini. Kami harapkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional nanti stok tetap terjaga dan harga juga bisa stabil,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang Nataru, Kemendag berkoordinasi dengan Satgas Pangan, dinas perdagangan daerah, produsen, dan distributor. Langkah ini diterapkan agar distribusi minyak goreng kemasan sederhana merek pemerintah tersebut tetap lancar.

Maisyaroh, pedagang di Pasar Pucang Anom, mengatakan harga “Minyakita” relatif stabil dibandingkan merek lain dan stoknya masih mencukupi. “Kalau dibandingkan merek lain Minyakita memang stabil. Cuma saya setiap bulan hanya dapat 5 karton isi 12. Saya jualnya Rp15 ribu ke pelanggan. Kalau bisa ditambah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran PT Mahesi Agri Karya, Diana Agustina, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan “Minyakita” di Surabaya dan wilayah Indonesia Timur. Ia menyebut permintaan meningkat menjelang akhir tahun.

“Kalau di Surabaya kami pastikan stok aman. Kami ini kan nggak ada ekspor,” ucapnya.

Diana menambahkan, pada akhir tahun ini pihaknya menyiapkan 150 metrik ton (150 ribu kilogram) “Minyakita” untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur, lebih tinggi dari suplai normal sekitar 100 metrik ton.

“Ada kendala yang masih kami hadapi untuk suplai ke Indonesia Timur, misalnya faktor alam, angkutan, container yang susah kita dapat. (*/rri/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.