Jatim Jadi Pengguna Pertama Anjungan Dukcapil Mandiri

Yovie Wicaksono - 1 February 2020
Penyerahan mesin ADM dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jombang disaksikan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian pada acara Rakor Pemerintahan Tahun 2020 Provinsi Jatim di Grand City, Jumat (31/1/2020). Foto : (JNR)

SR, Surabaya – Pemprov Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan implementasi layanan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), yakni terobosan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk mendigitalisasi pelayananan kependudukan. 

Hal tersebut ditandai dengan launching layanan ADM di Jatim melalui penyerahan mesin ADM dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jombang disaksikan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian pada acara Rakor Pemerintahan Tahun 2020 Provinsi Jatim di Grand City, Jumat (31/1/2020).

Saat ini terdapat sepuluh daerah di Jatim yang menjadi pilot project penggunaan ADM, diantaranya yang sudah siap melayani yaitu Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang. 

Khofifah menyampaikan, dirinya sangat menyambut baik  program inovasi ADM sebagai penguatan fasilitas layanan kependudukan kepada masyarakat. Utamanya, untuk mempermudah, mempermurah, dan mempercepat proses layanan publik di bidang administrasi.

Inovasi ini dinilai mampu menyiapkan Jatim menuju Smart Province. Untuk itu, ke depan layanan ini nantinya juga akan diperluas dan diintegrasikan di semua kabupaten/kota di Jatim.

“Saya harap pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) tahun ini sudah bisa dibahas, agar segera bisa diintegrasikan di kab/kota se Jatim. Sehingga nantinya lewat inovasi ini Jatim tidak hanya sekedar kab/kotanya yang smart city tapi juga  provinsi Jatim menjadi smart province,” ujar Khofifah.

Selain itu, penerapan ADM juga selaras dengan tagline yang diusung Pemprov Jatim yaitu CETTAR (Cepat-Efektif/Efisien-Tanggap-Transparan-Akuntabel-Responsif).

“Terimakasih Pak Mendagri, inovasi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Jatim yang telah kami inisiasi sebelumnya lewat program CETTAR. Pola-pola jemput bola seperti ini saya rasa akan menjadi percepatan bagaimana Jatim bisa menjadi provinsi terdepan di Indonesia,” ujar mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Khofifah berharap lewat program east java information super coridor (EJISC) yang digagas Pemprov Jatim akan bisa mensupport layanan ADM di Jatim. Mencakup data kesehatan, pendidikan maupun data sosial. Dengan demikian, maka akan mempercepat berbagai layanan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya  angka IPM di Jatim.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menyampaikan, sebagai provinsi pertama yang mengimplementasikan ADM, Jatim diharapkan bisa menjadi provinsi percontohan di Indonesia. Terlebih, implementasi sistem ini kepentingannya bukan hanya untuk pemerintah tapi manfaatnya juga sangat besar bagi masyarakat. 

“Saya sangat mengapresiasi ibu Gubernur Khofifah karena begitu mendengar ADM akan diimplementasikan di Magetan, beliau langsung ingin hal ini juga bisa diimplementasikan di daerah lain  di Jatim. Dan kita harapkan sebagai provinsi-provinsi lain bisa mencontoh Jatim,” terang Tito.

Tito menjelaskan, alat ini bisa berfungsi seperti mesin ATM 24 jam dimana masyarakat bisa menggunakan setiap waktu dan dimana saja sesuai kebutuhan. Serta bisa mencetak dokumen kependudukan dalam waktu tidak lebih dari satu setengah menit dan bisa dari mana saja sesuai QR Code yang sudah diregistrasi di dukcapil setempat.  

Sehingga, tentunya hal ini akan mempermudah, mendekatkan dan mempercepat layanan kependudukan kepada masyarakat. Khususnya dalam hal pengurusan e-KTP, akta kelahiran, akta kematian, hingga kartu keluarga.

Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kejati Jatim, wakalanti Jatim,  Kaskoaramada 2, Bupati/Walikota se Jatim, Sekdaprov. Jatim, Pimpinan DPRD Prov. Jatim, Pejabat Tinggi Madya di lingkup Kemendagri dan Kemenko Polhukam, serta Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim serta kepala OPD kabupaten/kota se Jawa Timur. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.