Jatim Catat Peserta Olimpiade Madrasah Indonesia Terbanyak
SR, Sidoarjo – Provinsi Jawa Timur resmi menjadi wilayah dengan jumlah partisipan terbanyak dalam gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota yang dimulai serentak di seluruh Indonesia pada Senin (7/9/2026).
Sebanyak 41.488 peserta dari Jawa Timur tercatat mengikuti kompetisi ini melalui 647 Titik Lokasi (Tilok) yang tersebar di 38 kabupaten/kota.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan capaian yang sangat membanggakan dan menjadi bukti nyata komitmen serta kolaborasi seluruh elemen madrasah di Jawa Timur.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada para Kasi Penma, pengawas, kepala madrasah, hingga operator yang telah bekerja keras melakukan verifikasi dan penyiapan lokasi.
“Ini bukan angka yang kecil. Ini adalah bukti nyata kerja keras, kolaborasi, dan komitmen luar biasa dari para pihak yang telah bekerja siang malam,” ujar Sugiyo dalam keterangannya.
Penekanan Integritas dan Teknis
Dalam pelaksanaan OMI yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini, Sugiyo menekankan pentingnya menjaga integritas.
Ia meminta para pengawas untuk memastikan kompetisi berjalan dengan prinsip LUBER JURDIL (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil) serta mematuhi seluruh SOP pengawasan online.
Dari sisi teknis, para operator di kabupaten/kota diinstruksikan untuk memastikan stabilitas jaringan dan perangkat sejak H-1. Sugiyo juga meminta penyiapan kanal komunikasi cepat untuk mengantisipasi kendala seperti masalah login atau gangguan koneksi melalui koordinasi dengan Helpdesk Kanwil.
Laporan Hari Pertama dan Jadwal Kompetisi
Ketua Tim Kesiswaan Bidang Penma Kanwil Kemenag Jatim, Arini Nihayati, melaporkan bahwa pelaksanaan hari pertama yang diperuntukkan bagi jenjang Madrasah Aliyah (MA) berjalan lancar tanpa hambatan jaringan maupun kepesertaan.
Berdasarkan jadwal, OMI tingkat kabupaten/kota ini akan berlangsung selama tiga hari:
* Senin (7/9): Jenjang Madrasah Aliyah (MA)
* Selasa (8/9): Jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs)
* Rabu (9/9): Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Target Juara Umum
OMI sendiri merupakan transformasi dari ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) [4]. Melalui ajang ini, Jawa Timur optimis dapat menjaring talenta terbaik untuk mewakili provinsi ke tingkat nasional.
“Saya yakin, dari Jatim akan lahir juara-juara nasional. Semoga Jawa Timur dapat meraih juara umum seperti tahun lalu,” pungkas Sugiyo.
Pencapaian jumlah peserta dan titik lokasi terbanyak ini menjadi refleksi tingginya antusiasme madrasah di Jawa Timur dalam membangun budaya prestasi dan kompetisi yang sehat bagi peserta didik. (*/red)
Tags: olimpiade madrasah, omi, superradio.id, tingkat nasional
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





