Inovasi Tani Organik, Tawarkan Keuntungan Hasil Panen Lebih Tinggi

Yovie Wicaksono - 19 March 2021
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat menghadiri panen raya padi dan jagung organik di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (18/3/2021). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana merasa bersyukur karena sejumlah petani yang ada di wilayah setempat sekarang ini mulai beralih ke inovasi tani organik. Bupati berusia 28 tahun ini mengungkapkan jika berbicara tentang desa inovasi tani organik, maka pertama yang dilihat terlebih dahulu adalah animo masyarakat.

“Alhamdulilah, hari ini dilakukan panen organik, baik itu jagung, padi terus ada kacang kacangan juga. Memang Desa Bangkok terkenal dengan tani organiknya. Desa Bangkok bisa jadi embrio menular ke desa lainya,” ujar pemuda yang akrab disapa Dhito ini usai menghadiri panen raya padi dan jagung organik di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (18/3/2021).

Hasil dari inovasi tani organik adalah keuntungan yang didapatkan petani jauh lebih banyak. Bahkan hasil panennya dibeli dengan harga cukup tinggi dipasaran.

“Dan tadi sudah diakui juga dari petaninya langsung bahwa sekarang mereka menggunakan tani organik, keuntungan yang didapatkan bisa satu setengah lipat. Jadi misalkan harga jagung dipasaran Rp 9000 -10.000 ribu, beliau bisa jualan di angka Rp 15.000 ribu tadi. Artinya apa? daya tawarnya ini jauh lebih tinggi. Saya inginkan supaya petani di Kediri punya daya tawar, menjual hasil panennya,” kata Bupati yang diusung dari PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, saat ini ia sedang berupaya untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk mengembangkan metode tani inovasi organik di sejumlah wilayah.

“Ini memang sudah ada upaya, saya minta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk komunikasi dengan tim tani organik. Supaya tani organik itu tidak bisa langsung menyebar keseluruhnya,” ujarnya.

Implementasi dalam penerapan inovasi tani organik, menurutnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

“Tanahnya harus dinetralisir dulu, ada proses proses yang harus dilalui. Ini Kita lihat desa-desa mana yang memang sudah sadar akan tani organik. Tani organik kita mulai dari desa itu, sudah cukup banyak sebenarnya petani kita sadar akan organik. Tapi masih juga banyak yang menggunakan pupuk kimia. Jadi perlu proses lah. Prediksi saya 2 tahun lah ya, untuk menetralisir tanah dan sebagainya. Kita perlu 2 tahun untuk menyadarkan seluruhnya,” imbuh Dito. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.