Ini Pesan Tokoh Lintas Agama untuk Uskup Surabaya Monsinyur Didik
SR, Surabaya – Acara open house yang diselenggarakan untuk mengakhiri rangkaian tahbisan Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo sebagai Uskup baru Surabaya, dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, Kamis (23/1/2024) malam di Widya Mandala Hall Surabaya. Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya kerukunan antar umat beragama di Jawa Timur.

Seorang pemeluk Hindu, I Nyoman Arjawa mengungkapkan rasa terima kasih dan mengapresiasi peran Monsinyur Agustinus (yang sering disapa Romo Didik) dalam dunia pendidikan.
Ia menyatakan, “Romo Didik banyak mendukung berbagai program di Yayasan Alit, mendidik anak-anak secara moral dan spiritual agar siap menjadi sumber daya manusia yang profesional dan mandiri. Sosok Romo Didik yang bersahaja, santun, dan kreatif, sangat cocok untuk menjadi teladan. Dalam agama Hindu, mendidik seseorang menjadi orang hebat, yang dilihat dari sosok Romo Didik, memiliki pahala besar. karena ilmu pengetahuan adalah bekal hidup yang sangat berharga , maka Romo didik sebagai pendidik ini nilainya jauh lebih mahal daripada harta,” papar salh satu pengurus Yayasan Alit itu.
I Nyoman Arjawa juga menambahkan, acara ini sangat menggambarkan bahwa semua agama menuju ke arah yang baik. ” Tapi saya lihat disini, dari gerakan dan kreatifitas romo didik, dari agama Katolik itu, antara vertikal dan horizontal itu seimbang. Selain kita tunduk kepada Yang Di Atas. Agama katolik ini juga mendidik mengajar dan membantu sesama. Kalau di katolik tergambar dalam salib, di Bali tergambar pada swastika yang maknanya selalu selamat,” ujarnya yang pernah menjabat sebagai DPRD Gianyar Bali ini.
Tak hanya itu, I Nyoman Arjawa menyampaikan pesannya kepada Uskup Surabaya yang baru. Selama ini dikenal sebagai sosok yang tidak melihat perbedaan baik agama, budaya, ras dan kelompok-kelompok lain.
“Romo diidk tidak melihat perbedaan, kita semua dianggap sebagai warna, karena Romo Didik seorang pelukis juga, maka warna-warna itu dihadirkan dan disandingkan jadi karya yang indah. Semoga selalu demikian,” Katanya yang juga menggeluti bidang seni lukis seperti Monsinyur Didik itu.
Ucapan selamat juga datang dari seorang penghayat kepercayaan, Naen Suryono, yang berharap Monsinyur Agustinus selalu sukses dalam menjalankan tugasnya. “Keberagaman harus terus kita jaga, karena Indonesia sangat majemuk. Jika tokoh agama bersatu dan rukun, dampak positifnya akan sangat besar bagi Indonesia. saya pikir Keuskupan dan Penghayat bisa selalu beriringan karena kita sama-sama memiliki visi untuk membangun Pancasila dan menjadikan Indonesia negara yang kuat,” ujar Naen Suryono yang juga sebagai ketua MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia)
Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Nur Kholis Saleh yang mewakili Ketua PCNU Kota Surabaya, pun memberikan selamat kepada Monsinyur Agustinus.
“Mari kita jadikan Surabaya dan Jawa Timur laksana ikan dalam kolam yang selalu jernih, banyak ikan, tapi tidak saling gigit. Monggo beribadah cari rezeki bareng-bareng laksana ikan dalam kolam,” katanya, menggambarkan betapa pentingnya menjaga harmoni antar umat beragama.
Menegaskan hal serupa, Pendeta Simon Filantropa, yang turut hadir, menyampaikan kekagumannya atas tahbisan Monsinyur Agustinus. “Saya kaget Romo Didik bisa jadi Monsiyur. Tapi saya coba merenungkan, memang pantas Modik (sapaan akrab Monsinyur Didik) jadi Monsinyur karena menurut saya dia punya banyak pengalaman,” ungkap Pendeta Simon.
Pendeta Simon menjelaskan, pihaknya sangat bangga dan senang karena Monsinyur Didik menyelenggarakan acara ramah tamah dimana seluruh tokoh-tokoh agama dikumpulkan dan makan bersama dalam satu meja.
“pesannya, Modik, selamat menjalankan amanah menjadi Monsinyur dan tentu saya berharap Modik akan jadi pemimpin yang tidak buruk muka cermin dibelah (peribahasa yang maksudnya: seseorang menyalahkan orang lain atas keadaannya yang buruk, padahal kesalahannya sendiri yang menyebabkannya), yang kini marak ditemukan. Pemimpin tidak seperti itu Mo,” tutupnya. (nio/red)
Tags: Open house, romo didik, superradio.id, Tokoh lintas agama, Uskup Surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





