Indeks Persepsi Demokrasi Indonesia Meningkat Tiap Tahun

Yovie Wicaksono - 13 December 2019
Menko Polhukam Mahfud MD (dua dari kanan) dalam Peluncuran Program Pilkada "Pemilu Rakyat 2020" di Jakarta, Kamis (12/12/2019). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik,  Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, perkembangan demokrasi di Indonesia tidak terlalu buruk.  Pasalnya, indeks persepsi demokrasi Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. 

“Perkembangan demokrasi kita tidak jelek-jelek banget. Pada tahun 2017, indeks persepsi demokrasi kita 72,18, pada tahun 2018 itu 72,39, naik.  Mudah-mudahan tahun 2019 pemilu kemarin juga naik dan yang akan datang,” ujar Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Program Pilkada “Pemilu Rakyat 2020” di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Untuk itu, Mahfud MD mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga agar meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Meskipun, diakui,  kadangkala banyak pihak yang marah dengan menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia kebablasan, kampungan, dan kriminal.

“Ternyata indeksnya itu 72,39, cukup,  tidak jelek, meskipun belum bagus benar. Kita usahakan indeks demokrasi kita akan naik, tentu tidak cukup hanya dengan Pilkada dan sebagainya,” katanya. 

Dalam kesempatan itu,  Mahfud MD juga bercerita mengenai proses demokrasi Indonesia sejak masa Orde Baru hingga Reformasi. Pada saat Orde Baru,  Pilkada dilaksanakan melalui pemilihan langsung oleh DPRD. Namun karena prosesnya dinilai tidak baik, rawan terhadap politik uang,  maka diubah menjadi pemilihan langsung oleh rakyat. 

“Bagaimanapun kita harus laksanakan pemilu rakyat dengan sebaik-baiknya. Peran media massa sangat besar bagi pemilu berkualitas,  peran pengawas pemilu Bawaslu, penyelenggara pemilu, Polri, dan TNI. Pilkada itu masuk bagian dari pemilu,” katanya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.