Imbauan PB IDI Terkait Virus Corona

Yovie Wicaksono - 26 January 2020
Ilustrasi. Foto : (CNBC)

SR, Jakarta – Saat ini sedang terjadi kasus-kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok, yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, yakni Novel Coronavirus (2019-nCOV). Selain di Wuhan, beberapa negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa, yaitu Thailand, Hong Kong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan dan USA.

Hingga 23 Januari 2020, telah dilaporkan mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia dan 25 orang meninggal dunia.

Menyikapi hal tersebut, Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada. Apabila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernafas diimbau untuk segera mencari pertolongan ke rumah sakit (RS) atau fasilitas kesehatan terdekat.

Ketua Umum PB IDI, Dr. Daeng M Faqih mengingatkan masyarakat untuk melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat seperti menjaga kebersihan tagan secara rutin terutama sebelum memegang mulut, hidung, mata, dan setelah memegang instalasi publik.

Caranya, mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Kemudian keringkan tangan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80 persen.

“Menutup mulut dan hidung menggunakan tissue ketika bersin atau batuk. Kemudian gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran nafas. Istirahat bila sedang sakit,” ujarnya.

Penting juga untuk menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal tiga kali perhari dan makan makanan bergizi.

Selain itu, pihaknya juga memberikan saran-saran lain seperti menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang infeksi saluran nafas, sering mencuci tangan khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya, dan menghindari menyentuh hewan atau unggas liar.

“Kemudian, patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan, jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk maka gunakan masker dan cari layanan kesehatan,” katanya.

Lalu, setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasikan ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Sekedar informasi, pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakeri, virus, parasite, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fungsi paru.

Pneumonia dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Gejalanya mirip dengan pneumonia pada umumnya, yakni demam, lemas, batuk kering, dan sesak atau kesulitan bernafas.

Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelah 2-14 hari. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan, namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia.

Terkait pencegahan, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus ini disebabkan oleh viris corona jenis baru. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.