Hasto Ajak Gen-Z Teladani Soekarno Muda, Berani Dobrak Tantangan Zaman

Rudy Hartono - 11 November 2025
Tradisi intelektual Ir Soekarno yang dipaparkan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (9/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda berani jadi pelopor. Layaknya Ir. Soekarno yang di usia 26 tahun telah membangun tradisi intelektual. Mendobrak segala penjajahan dengan ide-ide kerakyatan.

Hal tersebut, ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam gelaran acara “HE.RO.IS.ME” inisiasi Youth Leaders Forum Surabaya di Balai Pemuda, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya heroisme adalah tentang keberanian. Bagaimana kepentingan bangsa dan negara didahulukan. Mewarisi cita-cita bangsa, seperti Konferensi Asia-Afrika yang terlaksana dari gagasan para tokoh muda Indonesia.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kritiyanto saat mengisi gelaran acara HE.RO.IS.ME peringati Hari Pahlawan inisiasi Youth Leaders Forum Surabaya di Balai Pemuda, Minggu (9/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Maka heroisme ini peringatan tentang keberanian. Anak muda jangan pernah takut untuk punya ide ide besar, beranilah untuk punya ide besar dan berimajinasi untuk masa depan kalian,” ujarnya.

Tradisi intelektual ini, lanjutnya, harus menjadi dasar pedoman generasi muda. Apa yang digali para pendiri bangsa, Ir Soekarno dengan pemikiran geo politiknya. Caranya merumuskan pancasila sebagai dasar negara yang terbukti masih relevan, tak hanya secara nasional namun juga di kancah dunia.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kritiyanto dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi foto bareng dengan peserta Seminar “HE.RO.IS.ME” peringati Hari Pahlawan, inisiasi Youth Leaders Forum Surabaya di Balai Pemuda, Minggu (9/11/2025).  (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Terbukti dari terpilihnya Zohran Mamdani, seorang muslim pertama yang berhasil mencetak sejarah, menjadi Wali Kota New York. Bagi Hasto, faktor kemenangan Mamdani karena ia berhasil berani mendobrak hegemoni, turun ke rakyat untuk mengetahui akar masalah, dan merangkul keberagaman menjadi energi baru menghadapi kapitalis.

Terkait hal itu, Indonesia sejatinya jauh lebih unggul. Seperti yang tertulis di sila ke-2 dan ke-3 pancasila. Sayangnya pilar yang harusnya jadi kekuatan itu masih terhalang dengan persoalan suku dan ras oleh sebagian kelompok.

“Selalu ada titik lemah dari kekuatan hegemoni. Inilah yang dilakukan bung karno. Dia belajar soal tokoh dunia yang membebaskan bangsanya dan dia merumuskan bahwa indonesia bisa merdeka ketika terjadi perang asia pasifik,” tuturnya.

Untuk itu, Hasto menegaskan pentingnya inteletual leadership untuk generasi muda. Jika ingin menjadi bangsa yang maju maka harus dimulai dari anak mudanya. Hal ini bisa dicapai dengan beberapa syarat.

Pertama, ketika generasi muda mampu membangun ide masa depan yang menjawab masalah bangsa saat ini. Dibarengi dengan semangat menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi, dan menguasai sarana komunikasi yang memperkuat keberadaan di tengah grassroots.

“Gagasan sosialisme indonesia bukanlah gagasan yang usang. Ketika melihat berbagai bentuk penjajahan maka tampillah sebagai pemuda pelopor yang menjawab tantangan jaman, teruslah menggembleng diri,” sebutnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.