BPBD Pasuruan Pasok Air Bersih Ke 12 Desa Kekeringan

Rudy Hartono - 27 August 2026
BPBD Pasuruan Pasok Air Bersih Ke 12 Desa Kekeringan

SR, Pasuruan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mulai menyalurkan bantuan air bersih setiap hari ke 12 desa yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, 12 desa tersebut menjadi prioritas penanganan kekeringan dan mendapatkan distribusi air bersih setiap hari.

“Sesuai Surat Keputusan Bupati tentang status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Maka saat ini distribusi pada desa-desa tersebut terus kami laksanakan,” ujar Sugeng, Rabu (25/8/2026).

Setiap desa mendapat pasokan 10.000 liter air bersih per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Ke-12 desa tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.

Di Kecamatan Lumbang, bantuan disalurkan ke Desa Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, Pancur, dan Banjarimbo. Sementara di Kecamatan Pasrepan, bantuan diberikan ke Desa Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Petung. Adapun di Kecamatan Winongan, distribusi air bersih difokuskan di Desa Kedungrejo.

Sugeng menjelaskan, dalam setiap pengiriman, masing-masing desa mendapat dua armada tangki air bersih. Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter sehingga total bantuan yang diterima setiap desa mencapai 10.000 liter air bersih per hari.

“Jadi satu desa kami kirimi dua tangki air bersih. Per tangki isinya ada lima ribu liter, sehingga satu hari kita dropping sepuluh ribu liter air bersih,” kata Sugeng.

Distribusi dilakukan di sejumlah titik kumpul yang mudah diakses masyarakat. Warga terdampak kemudian mengambil air dengan membawa wadah penampung, seperti ember dan jeriken dari rumah masing-masing.

Sugeng memastikan pasokan air bersih yang disalurkan diupayakan mencukupi kebutuhan warga di setiap desa terdampak. “Insya Allah selalu tercukupi untuk kebutuhan air bersih warga di masing-masing desa terdampak,” ungkapnya.

Untuk menjaga ketersediaan air, Sugeng mengimbau warga menggunakan bantuan tersebut secara bijaksana dan memprioritaskannya untuk kebutuhan sehari-hari yang bersifat esensial. “Kalau bisa diprioritaskan untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan warga lainnya,” tutur Sugeng. (*/red)

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.