H-1 Lebaran, Begini Situasi Terminal Purabaya

Yovie Wicaksono - 12 May 2021
H-1 Lebaran, Begini Situasi Terminal Purabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Situasi Terminal Purabaya pada H-1 hari raya Idulfitri terpantau sepi. Puluhan stan makanan di sepanjang lorong terminal terlihat tutup, bangku-bangku ruang tunggu penumpang juga kosong. Hanya ada beberapa penumpang yang terlihat hilir mudik menuju lorong keberangkatan.

Bus yang biasanya antre berjajar berebut penumpang pada situasi normal, bahkan harus menunggu beberapa jam hanya untuk menunggu penumpang. Itu pun hanya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang dilengkapi stiker dari Dinas Perhubungan Jawa Timur (Jatim) yang bisa beroperasi. Hal tersebut diberlakukan setelah adanya peraturan larangan mudik mulai 6 hingga 17 Mei mendatang.

“Jadi ada stiker khusus untuk bus yang akan beroperasi. Kalau ada bus yang tidak pakai stiker langsung kita keluarkan,” ujar Kepala Sub Unit Terminal Purabaya, Imam Hidayat, Rabu (12/5/2021).

Imam mengatakan, jumlah penumpang di Terminal Purabaya turun hingga 99 persen dibandingkan biasanya.

“Penurunan penumpang sampai 99 persen. Karena untuk jumlah penumpang sekarang saja tidak sampai 1 persen,” ujarnya.

Hingga sore hari terakhir Ramadan ini, kata Imam, hanya ada sekira 70 penumpang dan 15 armada yang beroperasi, dengan didominasi trayek tujuan Malang patas dan ekonomi, Ponorogo patas, Jember patas, dan Bojonegoro ekonomi.

Sebelumnya, pada periode 6 hingga 11 Mei 2021, total ada sebanyak 1.809 penumpang diberangkatkan. Puncaknya terjadi pada Selasa (11/5/2021), yakni 452 penumpang dan paling sedikit pada Minggu (9/5/2021), 143 penumpang. Biasanya, dalam situasi normal jumlah penumpang bisa mencapai 28.300 penumpang per hari.

“Bus yang sebelum tanggal 6 biasanya sekira 600-700 armada beroperasi, kini hanya puluhan. Kamis (6/5/2021) hanya ada 31 bus yang berangkat, paling banyak Jumat (7/5/2021), yakni 58 bus,” katanya.

Diah (41), salah satu penumpang bus patas arah Madiun ini mengaku menunggu keberangkatan bus mulai 13.30 hingga 17.00 WIB. Ia bersama putrinya nekat mudik setelah mendapatkan informasi bahwa ada bus yang diperbolehkan beroperasi.

“Saya tujuan ke Madiun, ada keperluan sekaligus mudik ke rumah mertua. Ini tadi nunggu mulai jam 13.30 WIB, katanya berangkat jam 17.00 WIB, nunggu sampai jumlah penumpang 20 orang. Tapi ini rasanya ndak sampai 20 orang,” ujar perempuan yang berdomisili di Kenjeran, Surabaya ini.

“Saya sebenarnya nggak ada niatan mudik, tapi kok ada informasi kalau bus boleh beroperasi dan banyak yang mudik ya saya ikutan. Ini tadi saya dan anak saya sudah rapid antigen sebelum berangkat, sebelum masuk tadi juga sudah diperiksa surat kelengkapan bebas Covid-19 sama petugas,” imbuhnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.