Gus Ipin : Bangsa Ini Dibangun dari Gerakan Anak Muda

Yovie Wicaksono - 28 October 2019
Sarasehan Pemuda “Merayakan Keberagaman Demi Kejayaan Indonesia Raya” bersama dengan Gus Ipin dan Organisasi Kepemudaan se-Jawa Timur yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (27/10/2019) malam. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Usia muda bukan berarti tidak bisa menjadi pemimpin. Saat ini, marak anak-anak muda yang mendapat tempat di kancah politik nasional, seperti halnya Mochamad Nur Arifin.

Saat usianya 25 tahun, namanya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Wakil Bupati termuda se-Indonesia. Kini di usia 28 tahun dirinya menjabat sebagai Bupati Trenggalek.

Tidak itu saja, baru-baru ini Presiden Joko Widodo juga menunjuk Nadiem Makarim (35) sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (32).

Perjalanan kaum muda di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak masa penjajahan lalu. Misalnya bagaimana peran Soekarno, Hatta, Tan Malaka dan kaum muda lainnya pada masa itu.

“Bangsa kita ini dibangun dari pergerakan anak muda. Jadi kalau sekarang ngomong aku masih muda, merasa belum waktunya untuk ngurusi negara ya berarti kita dalam satu era kemunduran dalam kesadaran berbangsa dan bernegaranya, berarti kita mulai ahistoris,” ujar Mochamad Nur Arifin kepada Super Radio Minggu (27/10/2019) malam.

Pria yang akrab disapa Gus Ipin ini mengatakan, saat ini pemuda mengalami kemajuan, terlihat dari munculnya berbagai inovasi, startup, dan kesadaran peran semakin muncul. Hanya saja generasi muda yang berkualitas kurang terpadu atau berkolaborasi.

“Kita harus mengarah kepada collaborative community. Kalau kita bisa pada satu titik itu pemudanya, saya yakin Indonesia bakal melesat. Maka mulailah cari teman baik di dunia nyata maupun dunia maya, mulai get connected, mulai sesuatu dari yang kamu bisa, karena banyak isu-isu strategis yang bisa kita mulai dari kita sendiri,” imbuhnya.

Gus Ipin mengapresiasi gerakan mahasiswa yang terjadi beberapa waktu lalu untuk mengkritisi kebijakan pemerintah, seperti menolak revisi UU KPK, menolak pasal kontroversi RUU KUHP, mendesak pengesahan RUU P-KS dan sebagainya.

“Gelombang aksi mahasiswa kemarin menurut saya ada positifnya juga, meskipun masih berbau populisme artinya ikut-ikutan juga banyak, tapi cukup menggugah kesadaran bahwa memang kamu harus bergerak,” ujarnya.

Pemuda, kata Gus Ipin, jika ingin melakukan perubahan, harus mau untuk masuk kedalam pemerintahan dan membenahinya dari dalam.

Hal itulah yang dulu mendorongnya untuk maju menjadi Bupati. “Ayo yang gentle, kalau kamu merasa kota ini tidak baik ya beranilah jadi DPR, Wali Kota, atau Bupati. Itu yang saya pikirkan dulu, bagaimana caranya bisa menjadi Bupati, bisa memperbaiki dari dalam. Saya ingin pemuda berjuang dari dalam,” kata Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur ini.

“Daripada kita baku hantam dengan saudara sendiri, mungkin harus ada kesadaran untuk tidak menuntut sesuatu tapi jadilah bagian untuk perubahan itu. Saya selalu bilang, jadi pemuda itu jangan baperan tapi berperanlah,” imbuhnya.

Sekedar informasi, guna memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, DPD Taruna Merah Putih Jawa Timur menggelar Sarasehan Pemuda “Merayakan Keberagaman Demi Kejayaan Indonesia Raya” bersama dengan Gus Ipin dan Organisasi Kepemudaan se-Jawa Timur yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (27/10/2019) malam.

“Kita mengundang teman-teman front nasionalis maupun dari perwakilan agama juga kita hadirkan. Harus diingat sama teman-teman bahwa persatuan itu kuat ketika front nasionalis dan perwakilan agama jadi satu. Jadi jangan sampai kita terpecah belah, terlalu fanatik dengan suatu golongan,” jelas Gus Ipin.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Ansor, Taruna Merah Putih (TMP), Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.