Gratis, KinoFest Resmi di Surabaya Tampilkan 7 Film Terbaik Jerman
SR, Surabaya – Festival Film Jerman KinoFest 2025 yang digelar di Asia Tenggara hingga sebagian Asia Pasifik, akhirnya datang ke Surabaya. Edisi ke-4 Hasil inisiasi Goethe-Institut tersebut secara resmi menggandeng Wisma Jerman Surabaya sebagai penyelenggara.
Dengan tema “Family Extended”, festival tersebut menyajikan peta sinematik tentang gagasan yang terus berkembang dan beragam tentang apa itu keluarga.
Pembukaan acara pun berlangsung khidmat. Diawali penayangan film Vena di ruang Halle Wisma Jerman pada Jumat (28/11/2025) yang sontak mengundang takjub penonton.
Direktur Wisma Jerman Mike Neuber mengatakan, total ada 7 film yang ditayangkan bergantian mulai 28-30 November 2025 di ruang Halle Wisma Jerman Surabaya. Seluruhnya merupakan film baru yang masuk nominasi hingga memenangkan banyak penghargaan ajang bergensi perfilman.
Mulai dari film Vena (2024), Köln 75 (2025), Niko-Reise zu den Polarlichtern (2024), Woodwa/kers (2024), Die Saat des heiligen Feigenbaums (2024), He/din-Late Shift (2025), Zwei zu Eins (2024).
“Dalam film ini memberikan kita kesempatan untuk melihat keluarga tidak hanya berdasarkan definisi tradisional. Tapi keluarga itu juga bisa dibentuk oleh kerja keras, sejarah, emosi, dan tidak hanya berdasarkan darah,” ujarnya saat ditemui di pembukaan film pertama, Jumat (28/11/2025).

Pihaknya pun merasa tersanjung dapat menjadi bagian dari festival sinema tersebut. Seluruh film, lanjutnya, juga dilangsungkan gratis. Masyarakat yang ingin menonton cukup mendaftar di instagram resmi Wisma Jerman di @wisma_jerman. Dari sana akan disesuaikan film yang bisa ditonton berdasarkan batas usia.
“Kami sangat senang dan bangga membawakan Kinofest ini. Dulu ada Jerman Cinema, tapi beberapa tahun setelah pandemi tidak ada,” sebutnya.
“Kino fest digelar di beberapa negara, asia tenggara, australia, dan selandia baru. Untuk registrasi sudah ada keterangan untuk umur berapa, dan kalau ada anak dibawah umur yang ingin menonton film diatas batas usia datang kesini pasti kami tolak,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Regional Program Kebudayaan di Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Dr. Marguerite Rumpf. Ia menjelaskan bahwa KinoFest mengusung konsep yang melampaui definisi tradisional, mengeksplorasi keluarga sebagai sesuatu yang cair, dibentuk oleh konteks, pekerjaan, sejarah, dan emosi.
Kisah-kisah tersebut mempertanyakan: Apa yang mendefinisikan keluarga saat ini. Apakah keluarga masih menjadi tempat yang nyaman dan dukungan tanpa syarat, ataukah telah menjadi jaringan koneksi pilihan, yang tak lagi berakar pada garis keturunan.
“KinoFest 2025 menawarkan platform unik untuk mengeksplorasi narasi keluarga yang terus berkembang melalui lensa sinema Jerman. Dengan menghubungkan beragam penonton di Asia Tenggara dan Pasifik melalui film-film ini, kami merayakan kisah-kisah yang menantang batasan tradisional dan mengundang dialog yang bermakna tentang makna keluarga saat ini,” tuturnya.
Tak sembarangan, seluruh film tersebut sebelumnya telah melalui kurasi ketat dari pakar berpengalaman. Kurator KinoFest 2025 Lisabona Rahman menyebut, Film-film Jerman di KinoFest 2025 mencerminkan kompleksitas ini.
Dimana saat ini, keluarga tidak selalu bersifat personal—keluarga juga bisa bersifat politis. Keluarga dapat menegakkan sistem kendali, atau menjadi ruang untuk berpikir kritis, perlawanan, dan transformasi.
“Film-film tersebut menelusuri perubahan wajah keluarga melalui sejarah sosial, ideologis, dan ekonomi Jerman. Beberapa cerita menunjukkan bagaimana pemberontakan, alih-alih tradisi, dapat mempererat ikatan keluarga,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: kinofest, pemutaran film, superradio.id, Wisma Jerman
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





