Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya Hadirkan Pohon Natal Persaudaraan

Yovie Wicaksono - 24 December 2021
Kepala Paroki Gereja Katolik Kristus Raja, Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto, CM saat berdiri di depan Pohon Natal Persaudaraan. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sebuah pohon natal setinggi sekira tiga meter dengan ornamen seni budaya yang ada di seluruh nusantara hadir di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya.

Hasil kreatifitas para jemaat ini diberi nama Pohon Natal Persaudaraan, seperti tema natal tahun ini yakni Cinta Kasih Membawa Semangat Persaudaraan.

“Jadi ini bisa kita sebut sebagai pohon natal persaudaraan, seperti tema natal tahun ini. Kita ingin menghayati pesan natal ini dengan menghadirkan iman kita yang mengajarkan tentang cinta kasih itu bagaimana menggerakkan umat supaya bisa hidup bersaudara dengan yang lain, tidak hanya sesama umat seiman, tetapi dengan masyarakat luas,” ujar Kepala Paroki Gereja Katolik Kristus Raja, Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto, CM, Kamis (23/12/2021).

Pada ornamen pohon Natal tersebut tampak beberapa batik di antaranya batik honocoroko, batik parang, batik naga, dan gendongan bayi. Ada juga lambang dari mahkota Papua, Kalimantan, Sumatra, Aceh, lalu jaranan, topeng untuk tari-tarian, syal Persebaya dan dibagian atas pohon natal ada Garuda Pancasila.

“Ini semua simbol, walaupun keragaman itu ada, tetapi persatuan, persaudaraan itu harus kita utamakan. Iman harus membawa semangat untuk menghargai semua orang,” imbuh Romo Hardo.

Tak hanya itu, pada diorama kelahiran Isa di Gereja Katolik Kristus Raja, tampak Bunda Maria dan Yoseph menggunakan kain tenun khas Alor Timur Nusa Tenggara Barat. Uniknya lagi, tiga Raja pembawa hadiah, mengenakan kain batik Korpri yang biasa dipakai oleh aparatur sipil negara (ASN) sebagai simbol Pemerintahan yang diharapkan bisa mengayomi dan mensejahterakan warga.

“Semuanya ini kan merangkum apa yang ada didalam masyarakat, ada yang memimpin di pemerintahan, ada yang dipimpin seperti masyarakat, juga ada yang dari berbagai kelompok suku atau kelompok latar belakang sosial masyarakat. Nah keberagaman ini bagaimana kita bisa menempatkan sesuai dengan panggilan hidup masing-masing. Jadilah pemimpin, warga negara, dan orang beriman yang baik, karena kita ini bersaudara,” tandasnya.

Romo Hardo menambahkan, pesan natal kali ini sebagai teguran simbolis sekaligus pengingat bahwa keberagaman di Indonesia saat ini perlu dijaga, keragaman yang sudah mempunyai pengikat yang baik seperti bhinneka tunggal ika, dan ideologi Pancasila sudah menjadi pondasi yang sangat kuat untuk masyarakat di Indonesia, sekalipun terkadang ada kerikil yang bisa membuat persaudaraan itu sedikit terganggu.

“Maka ayo kita jangan menekankan perbedaan, jangan menonjolkan kepentingan pribadi atau kelompok dan mari kita pikirkan kepentingan dan keselamatan bersama, itu yang lebih penting. Kita harus mewartakan sesuatu yang positif, bahwa agama atau umat beriman itu harus membawa semangat persaudaraan. Dan Surabaya ini harus menjadi semacam contoh, model kerukunan seluruh masyarakat yang ada di wilayah lain di nusantara,” katanya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.