Gandeng Musisi Lokal, Wisma Jerman Kenalkan Musik Tecno Eksperimental

Rudy Hartono - 21 July 2025
Sednoid/Konstantin Huer, musisi asal Leipzig-Jerman sedang menunjukkan kebolehannya mengekplorasi irama-irama unik dalam genre musik tekno di Surabaya, Sabtu (19/7/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Alunan musik eksperimental menggema di RSHQ (Ruangan Samping Head Quarter) Jalan Manunggal Kebonsari nomor 10 Kebonsari Surabaya pada Sabtu (19/7/2025) malam.

Bertajuk “Knitting Glitch: Experimental Music Performance” RSHQ disulap mejadi area remang-remang penuh kerlap-kerlip permainan lampu yang membangkitkan semangat.

Bukan tanpa alasan. Kegiatan ini merupakan gagasan Wisma Jerman mengeskplorasi musik elektronik dan irama-irama unik. Untuk memperkaya khazanah musik itu, Wisma Jerman mempertemukan musisi Jerman Sednoid dan musisi lokal seperti Gatra Sound, Dunia Dakam Analog, dan Pongor by Waftlab.

Penampilan DJ Gatra Sound, salah satu pegiat musik Surabaya, saat memutarkan irama-irama yang disambut antusias penonton, Sabtu (19/7/2025).(foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Genre musik tekno sedang populer di Jerman. Kebetulan kami kedatangan musisi Jerman Sednoid/Konstantin Huer yakni penulis  karya orkestra, vokal, dan musik, menghasilkan musik elektronik untuk menari dan menyelami dunia musik,” ungkap Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman gelar acara itu.

Kesempatan ada Sednoid/Konstantin Huer, Mike terpetik gagasan mengenalkan aliran musik tekno yang tengah hype di Jerman ke Surabaya. Untuk itu pihaknya langsung bergerak mengumpulkan 3 musisi Surabaya untuk bergabung.

“Alasan utamanya sebenarnya kami ingin memungkinkan kerja sama antara seniman Indonesia dan seniman Jerman,” ujar Mike saat ditemui di sela-sela acara.

Lebih jauh Mike memaparkan sosok  Sednoid adalah musisi asal Leipzig-Jerman yang punya wawasan luas. Sednoid tak segan belajar berbagai genre musik, belajar dari literatur renaisans, barok, klasik, gamelan dan maqam.  Sednoid juga meneliti intonasi yang tepat dan orkestrasi musik campuran. “Mentor musik Sednoid adalah Marco Stroppa, profesor bidang komposisi musik dari Musikhochschule Stuttgart;  dan Marc Sabat, komposer musik elektronik senior dan pengajar di Universität der Künste Berlin,” urai Mike.

Arsip – Direktur Utama Wisma Jerman, Mike Neuber dalam salah satu acara (foto: dok superradio.id)

Dalam kunjungan Sednoid ke Surabaya, lanjut Mike, ada keinginan Sednoid membuat jejaring dengan musisi Indonesia. “Dia sebenarnya latar belakangnya musik klasik tapi dia juga ke musik elektronik dan dia juga me-mix keduanya fokus pada musik eksperimental, jadi kami cari teman sneiman eksperimental di Surabaya,” imbuhnya.

Mike berharap dari kegiatan ini musisi lokal dan jerman bisa saling terkoneksi hingga turut melalang buana ke luar negeri.  “Kalau kami berharap dari sini konsisten dengan seniman lokal berjejaring dan ke depan mungkin bisa orang Indonesia salah satunya bisa ke sana, dan bisa membantu mereka di sini, atau Konstantin Heuer datang kesini, tapi belum ada kepastian,” harap Mike

Sementara itu Konstantin Heuer saat diwawancara turut mengungkapkan pengalamannya. Musisi yang menyukai eksplorasi itu menyebut, aliran musik yang dibawakan memadukan berbagi negara. Dari musik klasik eropa tahun 1950, musik rakyat Turki, hingga gamelan Jawa.

Baginya, nada adalah bahasa ekspresif, bukan hanya teknis. Dalam gamelan, misalnya, pembuat instrumen punya peran artistik yang sama pentingnya dengan pemainnya. (hk/red)

 

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.