Forum Masyarakat Desak Kaji Ulang Proyek Surabaya Waterfront Land
SR, Surabaya – Forum Masyarakat Madani Maritim mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk mengkaji kembali proyek Surabaya Waterfront Land (SWL).
Koordinator Umum Forum Heroe Budiarto, menjelaskan bahwa proyek tersebut berpotensi menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat sekitar yang perlu dipertimbangkan dengan serius oleh semua pihak terkait. SWL yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN),dinilai Heroe punya beberapa dampak seperti kerugian materi bagi warga dan kerusakan lingkungan.
“210 proyek PSN di Indonesia sudah dikaji? Apakah ini meningkatkan kesejahteraan rakyat? Apakah ekonomi tumbuh? Yang ada malah pelanggaran HAM, tanah dirampas, konflik agraria, dan ini perlu dikawal bersama,” ungkap Heroe.
Heroe juga mempertanyakan apakah proyek SWL hanya akan menguntungkan segelintir pihak ataukah benar-benar dapat mendatangkan kesejahteraan bagi warga. Hingga kini, kata Heroe, belum ada kajian mendalam yang diberikan kepada masyarakat yang nantinya akan terdampak.
“Intinya, SWL itu kan pulau buatan di tengah Selat Madura. Ini bukan hanya soal kerugian nelayan, tetapi juga soal terganggunya kedaulatan negara. Kedaulatannya dimana? karena merusak ekosistem laut. Kedaulatan negara harus dijaga, dan seluruh kekayaan yang ada seharusnya digunakan untuk kemakmuran masyarakat,” tambahnya.
“Kalau ada kerusakan laut, gangguan terhadap konservasi hutan mangrove dan ekosistem lain, apakah ini sudah dikaji? Apakah proyek ini hanya kepentingan kelompok tertentu? Urgensinya SWL ini untuk siapa?” tegas Heroe.
Proyek Surabaya Waterfront Land (SWL) adalah proyek reklamasi pesisir timur Surabaya yang diusulkan pemerintah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini rencananya akan mengubah lautan seluas 1.085 hektar menjadi empat pulau buatan. (*/rri/red)
Tags: kaji ulang, protes, proyek surabaya waterfront land, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





